Say It! [1.2]

Title : Say It! [1.2]

Author : Reenesmee Potter

Main Cast : Lee Jae Ryena, Kim Ryeowook, Kim Kibum

Supporter cast : cari sendiri!!

Length : kalo ga drabble ya ficlet, kalo ga ya one shoot, klo ga ya twoshoot.

Genre : Romance, friendships, life, family.

Jae Ryena POV

“Wookieee!!” lengkingku. Ugh… Ini nih kebiasaannya dia. Bekal makan siangku hilang!! Aigoo…. Kok bisa ya, aku punya sahabat yang se-be-gi-ni usilnya. Sudah ku cek berkali-kali isi ranselku, tetap aja gak ada! Padahal dia kan tau aku belum sarapan ;-( .

Aku mencari-cari si Wookie itu ke aula. Masih aja gak ada. Haduh… itu anak bener-bener deh!! Aku melangkah ke kolam belakang sekolah. Kulihat sesosok rambut hitam cepak sedang memegang sebuah kotak bekal berwarna pink. “Ya!!! Kau Wookie!!” seruku. Yang dipanggil menoleh.

“Wae?” tanyanya tanpa dosa. Apalah ituuu??? “Oh ya, sudah berkali-kali jangan panggil aku pake sebuatn ‘Wookie’ , nanti aku diledek hyung ku,” katanya. Iya sih, sebenernya namanya itu Kim Ryeowook, Cuma aku seneng aja gitu manggil dia Wookie. Kekeke…

“Ah, sa’ bodo teuing ah, karep mu,” jawabku. “Sini bekalku, aku belom makan tauk,” kataku sambil merebut bekalku dari tangannya.

“Hah, gitu aja marah. Makan apa?” tanyanya sambil melongok melihat bekalku.

“Bento,” jawabku singkat. Habis perutku sudah keroncongan, akupun melahap bentoku dengan ganas. Wookie Cuma menatapku menahan tawa. “Wae?” tanyaku bingung.

“Haha, anio, kalau makan itu pelan-pelan, dasar,” katanya sambil mengelap sudut bibirku. “Tuh kan, nasinya berceceran,” aku hanya bisa mematung.

“O… ohh.. go.. Gomawo,” kataku terbata. “Oh ya, gimana dengan Heechul oppa? Katanya dia masuk Oxford ya??” tiba-tiba aku teringat dengan Heechul oppa. Dia oppa yang cantik, menurutku.

“Ne, seminggu lagi dia akan berangkat,” katanya menerawang. “Gimana, sudah siap belum untuk ujian?” katanya sambil menunjukkan tampang menyelidik. “Kata Choi sosaengnim, kalau nilaimu jelek lagi kau akan diberi jadwal tambahan,kan?” wajahku yang santai spontan menegang.

“Ya! Kau jangan mengingatkanku akan hal itu!” seruku. Memang, Choi sosaengnim adalah guru paling kejam sedunia, hiii… “Lagi pula, aku sudah belajar dengan super duper ekstra keras untuk ujian, aku yakin pasti bisa!”

“Memangnya, cita-citamu mau jadi apa?”

“Aku mau jadi arsitek!”

__ Beberapa menit kemudian__

“Kkaja, bel sudah bunyi, ayo masuk kelas!” sergah Ryeowook (bukan Wookie lagi yah?? Kekeke..). aku pun menurut karena tak mau ketinggalan pelajaran. Aku baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba…

Buk!

“Akh, mianhae,” aku membungkuk kepada orang yang baru saja kutubruk.

“Makanya, kalo jalan itu pake mata,” jawabnya dingin. Issh, apaan sih orang ini? Daripada jadi darah tinggi, kutinggal saja.

“Hei, kalau salah minta maaf!” teriak orang itu lagi. Haisssh mau dia apa sih? Akupun menoleh mengahadapnya.

“Tadi kan sudah kubilang, MIANHAE! Apa kurang jelas?” jawabku ketus. “Males ngeladenin orang kayak kamu,” kataku lalu beranjak pergi.

Yah, sejak kejadian itu, entah kenapa aku selalu bertemu dengannya. Entah jampi-jampi apa yang membuatku setiap hari melihatnya. Setiap hari dan tidak kurang dari 5 kali!! Well, aku sudah cukup muak. Tapi entah kenapa, aku merasa berdebar melihatnya. Ryeowook mengatakan namanya adalah Kim Kibum, atau biasa dipanggil Key. Tunggu, kenapa marga mereka berdua sama?

Seperti hari ini, Aku berpapasan dengannya lagi untuk yang keempat kalinya. Dan dia sedang bersama seorang yeoja. Sesak. Itu yang aku rasakan. Tapi kenapa? Akh, sa’bodo teuing ah! Tapi aku nggak rela. Kira-kira, kenapa yah? Dan hari ini aku hanya bertemu dengannya 4 kali. Mwo? 4 kali? Loh? Kok aku nggak terima? Arrrgghhh pusinnggg!!!

Ujian sudah dekat, namun masih ada beberapa materi yang harus kupelajari. Omo, aku sedang tak bisa konsen sekarang. Tapi kalau aku nggak konsen, aku nggak bisa belajar. Kalo aku nggak bisa belajar, aku jadi bodoh. Aku jadi bodoh, nggak bisa jadi arsitek. Ugh, aku harus rileks dulu supaya bisa belajar T.T.

Hari ini Ryeowook memintaku untuk menemuinya di kolam belakang sekolah. Ada apa yah? Karena penasaran, kuturuti saja permintaanya.

“Ya, Ryeowookie, waeyo? Kenpa tiba-tiba memanggilku?” kataku saat melihatnya berdiri mematung di pinggir kolam. Dia hanya diam tak bergeming. “Annyeong, Wookie, gwaenchanna?” tanyaku mulai khawatir. Dia masih diam tak bergeming.

“Aku dan Key adalah sepupu,” katanya. Oh, pantas marganya sama.

“Geundae?” tanyaku.

“Mianhae,” Lhooo??? Apa maksudnya??

“Nde? Memangnya kau salah apa Wookie?” tanyaku.

“Mianhae, kami sama-sama menyukaimu,” Hhheeee??? *mianhae eon mamot, aku keinspirasi Minra*

“HHHeee???” sumpah aku syok.

“Mianhae,” katanya lesu. “Neomu joaheyo, sebenarnya aku usil untuk menarik perhatianmu,”

“HHHee??” aku hanya bisa menjawab itu. Ya Tuhaaann… Jeball….

“Jadi, apa jawabanmu? Kalau kau menerimaku, Key akan mundur. Tapi kalau kau memilih Key…”

“Aduh, Wookie, aku lagi gak mau mikirin itu, habis bentar lagi ujian, ntar aku nggak bisa konsen, terus nilai ku jelek, nah, akunya tambah ribet,” Haa?? Ngomong apa aku ini? “Sabar yah, aku yakin kamu bisa ngerti, jadi, annyeong, aku mau belajar lagi,” kataku. Lalu buru-buru ngacir dari situ. Kaburrrr!!!

Author POV

Sejak hari itu, Jae Ryena selalu menghindar, dari Key maupun dari si Wookie. Kedua sepupu itu dibuat bingung, resah gundah gulana, karena sang pujaan hati tak kunjung memberikan jawaban *author nih ngomong apa lagi*. Tapi mereka tetap bersabar dan bersaing secara sehat, jad yah… gitu dehh…

Ga kerasa ujian sudah selesai dan sekarang pengumuman kelulusan. Jae Ryena harap-harap cemas dengan hasil ujiannya, kan dia gak mau digantung sama Choi sosaengnim. Lagipula dia mau ngelanjutin kuliahnya ke Paris, dia pengen banget lulus dengan nilai yang memuaskan. Tapi jangan disangka, diem-diem gitu dia mikirin Wookie sama Key. Sepanjang jalan bareng Key, dia merasa nyaman, terlindungi. Nggak heran beberapa kali ia berdebar melihatnya. Malah sekarang, selalu berdebar kalo melihat Key.

Sedangkan dengan Ryeowook, semakin jelas kalo dia nganggep Wookie Cuma sahabat. Dia senang nyaman, tapi dia nggak bisa nganggep Wookie lebih dari sahabat. Dalem hati dia teruis-terusan minta maaf sama wookie, tapi dia belum mau bilang. Dia nggak mau ngancurin hati sahabatnya, apalagi nanti dia bakal pergi ke Paris. Jadi, Ryena cuam diem aja.

Siang itu, Ryena melangkah gontai menuju gerbang sekolah. Tiba-tiba sebuah sebuah tangan menahannya. Ia pun berbalik. Matanya mendelik mendapati wajah Key tepat di depannya.

“Katakan padaku, apa itu benar?” kata Key tajam. Ryena hanya mematung.

“Wae?” tanyanya pelan.

“Apa kau akan pergi ke Paris?” perkataan Key membuat Ryena terpaku. “Jawab aku,” katanya lagi.

“Eh, emmm… Ne, mianhae,” katanya pelan. Key melepaskan cengkeraman tangannya.

“Sudah kuduga. Ne, chukkae untukmu, yah. Kau lulus dan masuk 10 besar.” Kata Key. Ryena mendelik.

“Jincha? Omo, jincha Key? Jincha?” Ryena terkaget-kaget dengan senang (?). “Uwaaaaa!!!” spontan ia memeluk Key. Namun ia tersadar seketika lalu melepaskan pelukannya. “Umm, mianhae, aku hanya terlalu terbawa emosi,” kata Ryena terbata.

“Ne, gwaenchanna,” jawab Key sambil tersenyum. Wajah Ryena memerah sektika.

“Umm, bagaimana denganmu?” Tanya Ryena.

“Lulus,” jawabnya sambil tersenyum simpul.

“Uwwaaa… chukkae,” balas Ryena sambil menyalami Key. Dari kejauhan, Ryeowook melihat semua itu dan tersenyum getir.

__Keberangkatan di Incheon Internationa Airport__

Ryena sedang ngobrol dengan Ryeowook dan Key di depan gate. Mereka tertawa terbaha-bahak mendengar lelucon yang dibuat Ryeowook.

“Oh ya, Ryena, pesawatmu,” Ryeowook menunjuk jadwal keberangkatan. Ryena menoleh dengan menunjukkan ekspresi sedih.

“Ne,” katanya.

“Yah, kok lemes gitu sih? 4 tahun lagi, kau akan kembali menjadi seorang arsitek terkenal, ara?” kata Key sambil memegang pundak Ryena. “Ryena, hwaiting!” seru kedua sepupu itu serempak.

“Ingat ya Ryena, kau harus sering menghubungi kami,” kata Ryeowook. Ryena mengangguk.

“Jangan lupa pada kami, pulang nanti kita harus segera bertemu,” sergah Key. “Jaga kesehatan, kau pasti bisa!” katanya lagi. Ryena hanya tersenyum menanggapi ucapan mereka.

“Ne, aku akan kembali sebagai seorang arsitek handal. Annyeong!” katanya sambil menyeret kopernya, mau boarding pass. Kedua namja itu hanya menatap punggung Ryena hingga menghilang dari pandangan mereka.

Tak lama, sebuah pesawat berderu kencang dibalik jendela bendara yang sepenuhnya kaca itu. Pesawat itu terbang tinggi, makin tinggi, dan makin tinggi hingga hilang dibalik awan.

TBC

Sumpah aku ngga enak banget pas nulis AWAN. Tapi semoga suka yah!!

Itu judul ama ceritanya kayanya ga nyambung yah?? *garuk-garuk kepala* ya udah deh kalo ga nyambung nanti diganti, kan gampang *yeee*

Udah lah, aku ngga mau banyak bacot, udah capek ngetik jadi kehabisan kata-kata.

kepanjangan engga? bagus engga? Nanti di next Part bakalan ada penambahan tokoh…

Huftt… aku rela nge-delayed proyek FF ku yang lain demi ini karena udah ada ide… wkwkwk…

Makasih udah bacaaa…. *bow*

inget yahhh!!! yang uda baca!!! RCL!!!!!!!! ingat ingat!!!

Say It! [1.2]

2 thoughts on “Say It! [1.2]

    1. Iya… lanjutannya menyusul… ^_^
      Passive shawol?? Eumm… masalahnya belum selesai ditulis XD *plakkk author gendeng*
      Sebenernya udah cukup sih untuk part 1, tapi aku rasa masih kurang panjang… 😀
      Jadi tunggu aja yahhh….
      Gomawo udah bacaaa… XD

Oxygen Please... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.