[FF] Passive Shawol – Part 2

Title : Passive Shawol

Author  : Reene Reene Pott

Main Cast : Lee Taemin, Park Neul Mi (reader),Han Kyunna (reader), Jung Minchan (reader), Shin Mi Young (reader), Baek Chan Gi (reader) *oke, anggep aja semua cast cewe itu para reader sekalian*, Lee Jinki a.k.a Onew, Kim Kibum a.k.a Key, Kim Jong Hyun, Choi Minho

Other Cast : Eomma Neul Mi, shawol, de el el

Genre   : Romance, friendships, humor (pengennya sih kuselipin humor dikit, tapi mian kalo garing jadinya)

Rating   : PG 13

Length  : Sequel *oneshootnya gak jadi, mau kucampur aduk semua, kkke~~*

Summary : Siapakah dia?

A/N: Oke, aku ralat. Nih cerita mau kucampur aduk sama seluruh SHINee member, dan beberapa tambahan cast lain. Okee?? Keep reading okay!!

Huaaaa aku ga tahan kalo ga pub FF!! Jadi ku pub yang ini dulu yaaa… Nanti hari Minggu aku pub lagi… okee?? 😀

NB: Super Junior yang di sini masih ber-13 yahhh!!!

Waddduuu…. Posternya gaje sangad?? Mian yooo…

Part 2

Minchan’ POV

Apa sih mau namja ini? Dasar Mr. Keroro!!! Menyesal aku ngasih dia cast yang baek-baek, lain kali kubikin cast dia jadi preman!! Bodo amat ntar readernya protes apalagi para flames*huwooo ketebak nih sapa namjanya* bakalan mencak-mencak ga jelas, yang penting aku udah puas!!

Oke, jadi kita buat alurnya. Eumm… jadi, dia itu namja yang sok banget, sok ganteng*emang ganteng sih*, sok cool, sok kaya, sok kuat, sok pinter, tapi sayangnya punya fans bejibun yang banyaknya hampir 50 gudang *bayangin banyaknya flames*. Terus, ada seorang yeoja yang gak terpengaruh sama tuh namja, dia yeoja yang paling waras di situ. Tapi sayangnya, tuh yeoja sukanya baca buku di perpustakaan, rambutnya selalu dikelabang dua, pake kacamata setebel pantat botol kecap, rok selalu sebatas lutut, dan dia cewek paling cupu di sekolah. Semua anak kenal ama dia, tapi dianya aja yang gak gaul jadi dia ga tau kalo dia itu terkenal. *author: wait, naon sih kau Minchan, kau itu mau bikin dia jadi cast preman ato cowo super duper mega giga ganteng keren abis sangad?* *minchan: sori, kelepasan…*. Oke, sesuai kritikan author, aku ganti. Jadi ada seorang namja yang tampangnya sangar abis, ketua genk sekolah yang gak bakal kalah ngelawan siapapun kecuali kalo KingKong menghancurkan kota Seoul. Dia dan kelompok geng nya selalu menang tawuran…

“Hei, ngapain kau bengong di situ?” Tanya namja itu. Oke, namanya Choi Minho. Bukan ‘namja itu’. Aku menoleh kesal padanya. Tuh kan gara-gara dia ideku jadi buyar seketika.

“Arrrggghhh gara-gara kau!” seruku. Aku menghentakkan tanganku. “Lepas! Aku mau pulang!” Err… nggak pulang sih, cuma balik ke pojokan tempat semediku aja.

“Andwae.” Jawabnya datar. Semakin berusaha aku melepaskan pergelangan tanganku dari cengkeramannya, semakin kuat ia mencengkeram tanganku.

“Akh, appo,” ringisku. “Kau ini kenapa sih? Maumu apa? Dengar yah, aku ngga mau ada urusan sama kamu. Jadi mendingan sekarang kau…”

“Kkaja.” Katanya memotong ucapanku. Mwo? Apa pula ituu? Aku hanya melongokan wajahku. Ia menarikku ke sudut ruangan yang lumayan gelap. Karena punya firasat buruk, aku mengeluarkan ponselku dari kantung celana. Namja di depanku hanya memasang senyum evil dan terus menyudutkanku hingga aku merasakan punggungku membentur dinding pelan. Sekarang jarak wajahnya dengan wajahku bisa dihitung dengan penggaris ukuran 15 cm.

“Ap… apa maumu?” tanyaku dengan suara bergetar. Tanganku yang bebas dari cengkeramannya mulai membuka flap ponsel, membuka pilihan kontak. Tapi seketika itu juga ponselku direnggut olehnya, matanya terus menatapku dalam. Jantungku berdebar tak karuan. Kedua kakiku terasa lemas.

“Nugu imnnika?” tanyanya pelan. Aku mendelik. Ia hanya menanyakan nama?

“Jung Minchan,” jawabku singkat. “Kau sudah tau namaku kan? Jadi lepaskan aku, dan kembalikan ponselku,” sergahku, berusaha melawan rasa takut.

“Hmm?” dia malah pura-pura tak mendengar. Aiiiisssshhh…..

Author’s POV

Tanpa menghiraukan yeoja di depannya yang terus menerus berusaha meminta dilepaskan *emangnya hewan?* Minho mulai mengotak-atik ponsel Minchan*ga sopan*. Ia melihat-lihat kotak masuk SMS nya, dan menemukan nama ‘Kyunna Eonni’ dengan isi pesan:

“Minchan-ah! Kau dimana? Kata Neul Mi kau ke toilet? Lama sekali? Chan Gi mencari-carimu,”

Dengan senyum evil Minho menutup flap ponsel Minchan dan menatapnya tajam. “Kau ditunggu Chan Gi, katanya kau disangka menghilang,” katanya ngarang. Minchan mendelik.

“Mwo? Aish, kalau bukan karena namja sepertimu mana mungkin aku disangka menghilang? Sudahlah, lepaskan aku, aku mau menemui eonniku,” kata Minchan marah sambil menghentakkan tangannya kasar agar terbebas dari cengkeraman Minho. Minho pun melepasnya dan terus menatap punggung Minchan yang berjalan menjauh.

“Gotcha, kau yeoja notebook,” gumamnya sambil tersenyum evil dan memasukkan ponsel Minchan ke saku celananya.

__

Minchan melangkah ke depan panggung sambil mencari-cari sosok Chan Gi. Ia tersenyum lega saat melihat sesosok yeoja yang sedang celingak-celinguk sambil menepelkan ponsel di telinganya. Tatapan mereka bertemu dan Chan Gi segera tersenyum lega. Ia menghampiri Minchan secepat kilat.

“Minchan-ah, dari tadi kau kutelpon-telpon tapi tidak bisa, kukirim SMS tapi tidak kau balas, kau kemana saja?” cerca Chan Gi. Minchan hanya tersenyum simpul.

“Mianhae eonni, tadi aku ke toilet sebentar,” jawab Minchan enteng. Lalu tersentak seketika. “MWO? Telpon?” Minchan langsung meraba-raba saku dan tasnya. Ia mendelik ketika menyadari kejanggalan itu dan segera sadar siapa yang dengan tak sadar mengambil ponselnya. “Namja itu…” dengus Minchan geram.

“Mwo? Namja?” Tanya Chan Gi bingung. Namun sedetik kemudian ia terlihat mengerti. “Oh, jangan-jangan tadi kau bertemu seorang namja ya?” Tanya Chan Gi penuh selidik. Minchan kembali mendelik.

“Ne, eonni! Kau tahu, aku menyesal bertemu dengannya! Namja itu sangat rese, pengen banget kucekek…” dumel Minchan namun terhenti ketika Neul Mi datang bersama Kyunna.

“Eonni!” sapa Neul Mi riang. Maklum, childishnya belum ilang-ilang dari… err… 5 tahun lalu. Kyunna sedang menggenggam kamera DSLR-nya lalu tersenyum simpul. Ya, Kyunna dengan kamera dan tanpa kamera nya sangatlah berbeda. Di satu sisi tanpa kamera, ia adalah gadis yang periang, namun cerewet dan pelupa. Di sisi lainnya dengan kamera, ia adalah seorang yeoja dewasa yang penuh tanggung jawab dan selalu bersikap professional. Kenapa ia memegang kamera? Mungkin sudah dijawab di part sebelumnya, ia adalah mahasiswa tingkat 2 awal (sekitar semester 3) jurusan fotografi. Ia adalah ketua klub majalah *emangnya ada?* di kampusnya. Namun sayangnya ia sering dikira anak SMU karena wajahnya yang baby face. Dan satu lagi, kalau ia marah, semua orang akan takut kepadanya, termasuk dosen killer brewokan yang memang dosen paling galak di kampus itu, mengalahkan dosen killer anak kedokteran yang botak ditengah dengan kacamata ala Bung Hatta (??) yang selalu bertengger di hidungnya.

“Chan Gi, konser mau mulai 5 menit lagi, sebaiknya kita stand by di tempat masing-masing,” kata Kyunna. Yang lainnya hanya mengangguk mengiyakan.

Neul Mi mulai mengotak-atik handycamnya, memasukkan memori card yang tadi diberikan Joon Gu sunbae padanya. Sementara Minchan hanya bengong, ah, tidak, dia hanya berpikir keras bagaimana caranya agar ponselnya selamat dari mahkluk rese itu. Tapi dia malah tersadar, dan dengan secepat kilat membuka file baru di Ms. Wordnya dan mengetik fanfic dengan judul baru dengan kecepatan yang sangat dahsyat. Ya, ia sudah terlanjur jengkel dengan namja yang tinggi badannya bertema ‘genter’ *author ditabok flames* yang selalu sok keren di depan para Shawol, terutama para flames hingga mereka menjerit-jerit histeris sampe pita suaranya pada soak (?).

Kisah Namja Rese bin Pabo Sepanjang Masa di Dunia Ini

Alkisah di sebuah kerajaan antah berantah di suatu tempat yang tidak diketahui dimana letaknya, hiduplah seorang Raja yang bijaksana dan disegani rakyatnya. Ia hidup memerintah didampingi seorang permaisuri yang ramah-tamah cantik jelita serta pengertian. Kerajaan itu hidup dalam keadaan damai aman tenteram sejahtera gemah lipah loh jinawi.

Namun sayangnya, Raja dan Ratu mempunyai seorang putra mahkota yang sangat rese bernama Minho, ia adalah seorang namja yang kerjaannya hanya bermalas-malasan di istana, atau berolahraga di pekarangan istana. Ia seorang pangeran yang angkuh, merasa dirinya paling tampan sejagad raya padahal hanya tampan di komplek rumahnya saja. Memang sih, karena kebiasaannya berolahraga itulah tubuhnya menjadi sangat atletis, dan tinggi menjulang bak Menara Petronas. Karena ketampanannya, banyak gadis yang memujanya bak dewa. Bahkan, sangking tampannya banyak putri-putri dari kerajaan seberang yang datang ke kerajaan itu hanya untuk berkenalan dengan Pangeran Minho. Namun semuanya dianggap angin lalu oleh Minho. Putri-putri atau gadis-gadis yang patah hati akhirnya hanya bisa menangis meraung-raung di kamarnya.

Seperti yang dialami Putri Minji dari Kerajaan Sabrang Lor *lo kira Adipati Unus?* , ia patah hati saat di tolak mentah-mentah oleh Pangeran Minho. Ia nggak mau makan sampe seminggu, nggak mau tidur, nggak mau mandi, nggak mau ngapa-ngapain cuma duduk di kamaaaaar terus. Putrid Minji mempunyai seorang yeodongsaeng yang bernama Putri Minna yang gagah perkasa, hobinya adalah tanding kungfu dengan gurunya yang bernama Jinki. Putrid Minna sangat geram pada pangeran Minho yang menyebabkan eonninya menjadi seperti itu. Ia bersumpah dalam hati ia harus mengalahkan Pangeran Minho dalam bermain Winning Eleven agar dendamnya terbalaskan.

 

Minchanpun berhenti mengetik. Ia termenung sejenak menatapi apa yang telah diketiknya barusan. Whoa, gara-gara tadi dia ngeliatin anak-anak klub drama di SMU nya berlatih The Great Queen of Seondeok, ia jadi nulis cerita aneh bin ajaib ini. Tapi toh nyatanya di save juga file itu, lalu melanjutkan proyek fanficnya yang hampir selesai itu.

__

Taemin berusaha untuk tetap berkonsentrasi pada performnya ketika melihat Neul Mi tengah merekamnya lagi. Melihat yeoja itu ingin rasanya ia menghampirinya, terus tersenyum padanya, selalu memperhatikannya. Namun performnya bisa hancur kalau ia melakukan itu. Ia tak ingin mengecewakan manager, hyungdeulnya, apalagi para Shawol. Karena itu ia hanya terus tersenyum sumringah di sepanjang perform.

Selesai perform, mereka berlima kembali ke ruang ganti ato ruang khusus SHINee. Taemin masih senyam-senyum sendiri sampe Key menatap heran padanya. Namun nyatanya yang ditatap malah tetap senyam-senyum sendiri malah menngambil bakpia pathok*hebat amat yah, tuh bakpia nyasar sampe korea o.O* yang tergeletak di atas meja dan memakannya sambil tetap nyengir aneh.

“Hei, Taemin! Kau itu kenapa? Dari tadi senyam-senyum  mulu, kau kesambet apa sih?” Tanya Jjong. Taemin menoleh dan tersenyum *heeuuu… Taemin lagi sakit*.

“Ani hyung,” jawabnya. Taemin mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, lalu matanya tertancap pada Minho yang sedang senyam-senyum sendiri sambil menggenggam-dan mengutak atik-sebuah ponsel yang pasti bukan miliknya, karena seingat Taemin ponsel Minho itu BB Storm, bukan I-Phone *huaaa author kaga tau hp mereka, so author ngasal aja yah*. “Minho hyung, itu ponsel siapa?” Tanya Taemin penasaran. Minho menoleh lalu tersenyum pada Taemin *aneh ih, nih anak-anak SHINee pada kesambet semua yah, pada senyam-senyum mulu dari tadi*.

“Aniyo, hanya…” Minho menggantungkan kalimatnya, menyebabkan Taemin-Onew-Key-Jjong bergerak mengelilinginya, menunggu kelanjutan kalimatnya. “Hanya nemu ponsel hilang,” lanjut Minho.

“Gak mungkin, pasti itu ponsel seorang yeoja, mana mungkin kau mengambil ponsel orang yang jatuh?” Cerca Key. Minho hanya menatap Key dan tersenyum

“Kalo iya emangnya kenapa hyung?” jawabnya polos. Key melengos.

“Jadi, ponsel siapa yang kau curi?” Tanya Key.

“Hyung, aku tidak mencurinya, aku hanya mengambilnya,” tukas Minho.

“Darimana?” Tanya Key.

“Ya dari orangnya lah,” jawab Minho sambil terus mengotak-atik ponsel Minchan. “Namanya Minchan. Dia yeoja yang kutaksir,” lanjutnya *nah loh Minho jujur amat yak?*

“OMO!” seru Key. Onew melongo. Jjong kaget. Taemin melongo.

“Berani amat kau hyung?” Tanya Taemin.

“Kan hanya naksir, bukan berarti pacaran, kan? Lagipula yang tau cuma kalian, dan semoga ga ada yang bocorin,” lanjut Minho sambil menatap tajam kepada seluruh member. Onew hanya bisa geleng-geleng. Memang sih, di ruangan yang terkunci itu hanya ada mereka berlima.

Namun, sesuatu ditangkap oleh sudut mata Onew.

__

Kyunna kembali menuju ruang redaksi (?) sambil membawa DSLRnya. Entah lorong apa yang ia lewati, namun ia tahu persis dimana ruangan tujuannya itu berada. Ia ingin menyerahkan hasil jepretannya ini, karena tadi dia dimintai tolong oleh salah seorang staff dan menyuruhnya untuk ke ruang redaksi.

Tok tok tok…

Cklekk..

“Annyeong,” sapanya pelan. Beberapa kepala menoleh ke arahnya. “Han Kyunna imnida, saya mau menyerahkan hasil jepretannya,” katanya langsung. Tiba-tiba seorang ahjussi langsung menyambutnya.

“Ah, kau! Ne, ke sini,” katanya. Kyunna pun melangkah ke arah yang dimaksudkan. “Kau memotret semua member?” tanyanya. Kyunna mengangguk.

“Yogi, aku sudah memindahkannya lewat notebook saengiku.” Katanya sambil memberikan sebuah flashdisk. Ahjussi itu pun menerimanya dan mengecek isinya.

“Hmm.. hasil kerjamu baik. Gamsahamnida!”

“Ne, ahjussi, annyeong,”  jawab Kyunna. Ia melangkah lega keluar ruangan dengan perasaan lega. Tanpa disengaja, ia melewati ruang SHINee dan sang Leader Onew tengah memperhatikannya.

Onew POV

Darimana dia? Kok bisa masuk ke sini? Ah entahlah, yang penting aku melihatnya lagi. Aku terus menatap punggungnya hingga menghilang dari pandanganku.

“Ngeliatin siapa hyung?” Tanya Jjong tepat di depan wajahku. Aku terlonjak.

“Omo! Jjong! Kau nyaris membuatku jantungan!” sergahku.

“Tadi hyung negilatin siapa?” Tanya Jjong tanpa merasa bersalah.

“Aniyo,” elakku. “Sudahlah, memangnya kenapa?”

“Tumben saja hyung merhatiin yeoja,” jawab Jjong santai lalu beranjak ke sofa.

“Jadi hyung juga lagi naksir yeoja yah?” Tanya Minho. “Siapa hyung?” tanyanya lagi. “Siapa yeoja sial yang ditaksir hyung?” tanyanya bertubi-tubi. Anak ini…

“Apanya yang sial hah?” tanyaku berkacak pinggang. Aku melangkah mendekati Minho, tapi…

Gusrakkk…

Duaaakkk…

“Moooredo Onew sangtaeee~~~” koor Key dan Jjong. Aish… aku tersandung kursi.

“Akh, appo,” rintihku.

“Ah hyung segitu aja udah mewek.” Sahut Minho cuek, kembali konsentrasi mengutak-atik hp yeojanya, Minchan. Aku berdiri, kali ini langsung menempelkan pantatku di sofa yang jaraknya memang dekat denganku.

“Taemin… bagi dong bakpianya…” tanyaku pada Taemin. Ngeliatin dia makan jadinya pengen juga..

“Nih hyung…” sodor Taemin.

“Ada ayamnya enggak?”

Pletakkk…

“Hyung nih pabo ato gimana sih? Ya jelas ga ada lah! Isinya kacang ijo kali!” sergah Key. Iya sihh yang pinterr…*eh, eh, bakpia itu isinya kacang ijo kan?o.O ga ada kan yang isinya daging? Kok authornya jadi bingung yah?*

Tapi nyatanya kucomot juga tuh bakpia, hm… rasanya lumayan…

“Eh, kita nganggur nih?” Tanya Jjong. Aku mengangguk.

“Ne, kita tunggu manajer hyung dulu, kalo dia udah nongol baru kita balik…” jawabku.

Tok tok tok…

Cklekk…

“Annyeong namdongsaengdeulkuuu.. (?)” sapa sebuah suara yang akrab. Leeteuk hyung?

“Eh… hyung!” kata Minho, secepat kilat ia menyembunyikan ponsel si yeoja, kalo ketahuan Heechul hyung bisa gawat nanti. Satu persatu anggota Super Junior mulai memasuki ruangan kami hingga penuh sesak (?). Ya iya lah, untuk Shindong hyung kan dihitung 2… ==”*author dirajam elf*

“Hyung, tumben mampir,” kata Key.

“Iya, kan kami bentar lagi perform,” jawab Heechul hyung. “Eh, apa itu Taeminnie?” Tanyanya pada Taemin yang masih asik makan bakpia.

“Bakpia hyung. Mau?” Tanya Taemin sambil menyodorkan bakpia. Heechul hyung nyomot satu, Hangkyung hyung juga, Kibum hyung, Shindong hyung, Eunhyuk hyung, Kyuhyun, Sungmin Hyung, Ryeowook…

“Yaaaah hyuuung….. jangan diabisin!” seru Taemin melihat kotak berisi bakpianya sudah ludes.

“Yee… Taemin, kita cuma makan satu-satu kali!” kata Kyuhyun.

“iya, tapi masa Shindong hyung ngambil 5? Aaaahh balikin 2 hyung!” rengek Taemin*author: taemin, kok kau seneng sekali makan bakpia?? O.o*. Shindong hyung cuma senyum senyum.

“Udah masuk perut…” katanya polos. Taemin merengut.

“Haiishh… Taeminnie, ini!” kata Key sambil memberi Taemin satu kotak bakpia lagi. *author: sekarang saya mau nanya deh. Tuh bakpia ngeksis darimana sih??* *reader: mana kutempe, kan situ yang masuk-masukin…==*

“Yee! Eomma baik deh!” kata Taemin sambil mengerling ke Key.

“Cih, dasar penjilat!” dongkol Key.

“Sudahlah yeobo… Namanya juga anak-anak…” kataku menenangkan sambil merangkul Key.

“Tapi…”

“Heh! Siapa yang suruh main drama keluarga di sini?” sindir Eunhyuk hyung.

“Idi… Hyung pengen yaa??” sahut Jjong. “Minta ama Donghae hyung aja sana…”

“Eh? Kok aku?” Donghae hyung yang merasa namanya disebut langsung nengok.

“Lah, kan biasanya kalian EunHae couple…” lanjut Jjong.

“Eh, ngomong-ngomong Minho mana nih? Kok daritadi kaga kedengeran suaranya? Hilangkah?” Tanya Sungmin hyung. Iya ya, Minho kemana?

Author POV

Sementara yang lainnya sedang ngobrol-ngobrol, Minho malah asyik mengutak-atik ponsel Minchan di kamar mandi. *gile nih anak kenapa yah kok ketagihan amat sama hapenya Minchan?* ia masih melihat-lihat galeri fotonya yang berisi lebih dari 500 foto, dan foto-foto itu membuat darah Minho mendidih.

Gimana enggak, setengahnya foto-foto Rain, terus Yoseob, Gikwang, Young Min, Kwang Min, Kyuhyun, Donghae, Super Junior, namun tak ditemukannya satupun foto Minho! Yah ada sih, tapi masa waktu berlima? Setidaknya foto Minho yang sendiri kek… *O.O Minho narsis amat ya?* malah nemunya foto Taemin! Sumpah dia cemburu banget sama Taemin, padahal foto Taemin yang sendirian cuma satu disitu!! Capek deeh Ho… Ho! Cemburu menguras bak mandi! (?)

“Hooo??? Minhooooo????” suara hyungdeulnya dari luar kamar mandi berteriak-teriak memanggil Minho.

“Hoooyyy!!! Choi Minhoooo!!!” seru suara lainnya.

“Flaming Charismaaaaaa!!! Kemana kau???”

“Aku disini hyung!” Minho bales tereak dari dalem kamar mandi.

“Hoooy… Minho! Ngapain kau di situ?” Bales mereka sambil teriak lagi.

“Semedi!” balas Minho singkat. Lalu ia keluar dari kamar mandi. “Ngapa sih hyung pada teriak-teriak, aku kan nggak budeg hyung,” sungut Minho.

“Salah sendiri kau di kamar mandi lama-lama, kami kan berpikirnya kau itu hilang,” jawab Sungmin.

“Lagipula, kau itu di kamar mandi tuh ngapain sih? Lama amat? Luluran?” Tanya Heechul.

“Yee.. Jangan samakan aku dengan hyung!” balas Minho. “Aku tuh… dikamar mandi itu…” Minho menggantungkan kata-katanya. “Nggak ngapa-ngapain,” lanjutnya enteng.

Gubrrakkkk

“Ngeliatin itu ya… mmpppffftthhh” Taemin langsung dibekep sama Minho. Hyungdeulnya langsung melotot.

“Jangan bilang kau nonton video yadong!” seru Jjong.

“Jangan bilang kau nyari bluefilm!”seru Eunhyuk.

“Jangan.. jangan bilang… eumm.. apayah??” Kyunhyun masih mikir. Minho melongo.

“Ya! Jangan samakan aku dengan kalian! Mana mungkin aku mau liat yang begituan? Itu sih maunya kalian…” jawab Minho keki.

“Habis Taemin ngomong gitu…” Jjong membela diri. Heechul manggut-manggut. Tiba-tiba wajah Key berubah, mengerti apa yang dimaksudkan Taemin.

“Ahahahahaha…” Key tertawa bak mak lampir (?) *author dirajam lockets*, membuat seisi ruangan menoleh bingung ke arahnya. Mereka semua berpikir, Key kemasukan setan apa yah? Minho memasang muka cengo. “Kau mau itu, kan?” lanjut Key sambil terus menahan tawa. Yang lainnya langsung mendelik.

“’Itu’ apa Key?” Tanya Siwon penasaran. Di otaknya sudah memikirkan bacaan alkitab yang mana yang mampu merubah Minho.

“Iya, Key, maksudmu apa? Ga mungkin kaaaaaaaaan???” Tanya Donghae khawatir sambil menatap Minho. Key masih terus memegangi perutnya yang sakit karena tertawa terlalu keras.

“Maksudku, ponselnya yeo… mmmpppffffttthh” Kali ini Key yang langsung dibekep sama Minho.

“Jangan bocorin hyung! Ntar aku diledekin Heechul hyung!” bisik Minho. Key mengangguk. “Terus kalo flames sampe tau, bisa mati aku!” lanjut Minho.

“Yeo… yeoja? Haaa?? Minho-a… kau sudah mulai naksir cewek yah?” cerca Kangin. Minho menggeleng-geleng kuat.

“Enggak kok hyung, tadi itu aku mau mainin Winning Eleven, tapi kalo udah ada hyungdeul tuh berisik, padahal gamerulesnya kan dibacain bukan kita yang baca,” jelas Minho ngarang bebas. Kyuhyun merenyit.

“Kayaknya ga ada tuh game yang begitu,” jawab Kyuhyun. Secara gituh, diakan GameKyu. Si maniak game.

“Ada aja hyung, apalagi kalo sepak bola,” jawab Minho meyakinkan Kyuhyun yang sebenernya susah buat ditipu.

“Super Junior! Stand by!” suara seseorang entah siapa (?) berteriak dengan sangat keras hingga semuanya terlonjak. Manager SHINee pun memasuki ruangan, sementara seluruh anggota Super Junior keluar ruangan, membuat Minho menghembuskan napas lega, tidak harus bersusah payah mengarang yang aneh-aneh lagi.

“Kkaja, kita pulang!” seru manager, mengomando (?) anak buahnya agar keluar menuju minibus mereka.

__

“Gimana Neul Mi?” Tanya Mi Young pada Neul Mi yang sedang duduk di sampingnya dalam perjalanan pulang naik bis.

“Gimana apanya eonni?” Neul Mi balas bertanya, bingung.

“Rekamanmu,” jelas Mi Young. Neul Mi langsung berpikir.

“Gimana yah? Spektakuler sih enggak, tapi yah, lumayan lah. Beberapa gerakan ketangkep jelas di sini, jadi yah.. Pasti Joon Gu sunbae puas deh,” jelas Neul Mi. “Eonni sendiri? Gimana partitur rancangan eonni?” Neul Mi bertanya balik.

“Tinggal liriknya. Semua nadanya sudah jadi, namun aku ada kesulitan dalam menulis liriknya. Tapi aku bisa minta bantuan temanku,” jawab Mi Young. “Oh ya, tadi kau menghilang yah? Kau kemana?”

“Tadi aku diculik…” kata Neul Mi cemberut, lalu merendahkan suaranya. “Sama Taemin sunbae,” lanjutnya setengah berbisik. Mi Young mendelik.

“Mwo? Lee Taemin?” Tanya Mi Young, kaget setengah mati. “Untuk apa dia menculikmu?”

“Diajak kenalan,” jawab Neul Mi polos. Mi Young tambah melongo.

“Hee? Cuma diajak kenalan?” Tanya Mi Young memastikan. Neul Mi mengangguk kalem. “Kayaknya kau membuat seluruh Taemints di dunia iri,” lanjut Mi Young. Neul Mi tidak menjawab.

“Nggak hanya Taemints eon, tapi seluruh Shawol. Orang tadi aku kenalan sama lima-limanya,” jawab Neul Mi sambil mngacungkan 5 jarinya dan menatap jarinya itu dengan tatapan tidak percaya. Mi Young melongo.

“Jadi, sebenernya yang pengen kenalan sama kamu tuh siapa? Masa lima-limanya? Bakalan rebutanlah mereka, kamu kan ga bisa dibagi lima,” jawab Mi Young sekenanya. Neul Mi mengibas-ngibaskan tangannya.

“Sudahlan eon, aku males bahas itu, aku masih bête sama namja yang namanya Lee Taemin itu, narik-narik tangan orang sembarangan,” jawab Neul Mi keki. Mi Young hanya terkekeh pelan.

“Kalau Shawol yang mengalami hal ini, bakalan jerit-jerit histeris mereka, senyum-senyum terus, serasa ada di surga,” ledek Mi Young.

“Tapikan aku bukan Shawol seperti yang lainnya, memang aku suka mereka tapi untuk kategori ‘dance’ nya saja,” jawab Neul Mi sambil menekankan tangannya di dadanya. Mi Young hanya terkekeh tanpa suara.

Bispun berhenti, kelima yeoja itu melangkah turun dari bus. Mereka harus berjalan kaki sebentar untuk dapat sampai ke rumah. Minchan hanya diam sepanjang perjalanan, padahal biasanya dia selalu mengomel soal para shawol yang jeritannya memekakkan telinga atau soal speaker panggung yang berdentum sangat keras hingga membuat jantung serasa copot.

“Minchan-ah, kok kau diam saja?” Tanya Kyunna. Neul Mi menoleh ke arah Minchan.

“Ne, eonni kok diem aja sih? Biasanya ngomel-ngomnel nggak jelas,” tanya Neul Mi polos.

Pletakk

“Jangan terlalu jujur, Neul Mi-yah,” kata Chan Gi. Neul Mi hanya mengusap-usap kepalanya yang sakit terkena jitakan Chan Gi.

“Aniyo eonni. Hanya saja… ponselku dijambret orang tadi,” kata Minchan hampa. Menurutnya, nggak masalah sih, tapi yang masalah adalah foto-fotonya itu, sudah susah payah ia dapatkan foto-foto yang tersimpan dalam ponselnya untuk membuat poster, tapi malah diambil oleh namja paling menjengkelkan yang pernah ditemuinya. Kyunna dan Mi Young mendelik. Chan Gi menoleh khawatir, sementara Neul Mi tersentak.

“Kok bisaa?!?!” seru keempatnya seketika. Minchan hanya bisa menghela nafas pasrah.

“Waktu itu aku baru kembali dari toilet. Aku sedang berjalan lalu menubruk seorang namja. Meskipun dia artis, namun songongnya amit-amit *author dijeburin kelaut sama flames*, bikin aku naek darah. Terus… ponselku diambil.” Kata Minchan lesu apalagi setelah mengatakan kata ‘Terus’. Dia belum mau menceritakan secara lengkap, soalnya mereka sedang ada di jalan umum, takut ada yang mendengar, apalagi mereka kalau kaget bisa tereak sampai 5 oktaf. “Nanti lah kalo mau tau spesifiknya kuceritain di rumah,”kata Minchan sambil mempercepat langkahnya.

“Eonni jadi kehilangan semangat hidup saat berpisah dengan ponselnya…” ujar Neul Mi dramatis. Sadar dirinya ditinggal, ia langsung berseru, “Eonnideul! Tunggu aku!”

TBC

Part ini sangat gejekah?? Betul. Aku aja ngerasa begitu. Yasudah, gomawo dah yang sudah baca, komen apalagi sampe ngelike. Semua perbuatan kalian dibalas Tuhan YME… *ketularan Siwon*. Bahasanya acakadut yah?? Bener banget!! Soalnya author nih mood-mood-an, kalo lagi lemes yaa… bahasanya baku-baku aneh gimanaaaa gitu. Terus kalo lagi semangat, bahasanya campur aduk kaya es campur, Sunda ada, Korea ada, Mandarin ada, Jepang ada, Betawi ada, Jawa ada, Batak… paling logatnya aja.

Ada yang bingung soal bakpia itu? Mohon jangan protes yah, soalnya author juga kaga tau kok tuh bakpia bisa nongol di situ… =3=. Mungkin author nulisnya pas kepingin bakpia kali yah?? Mungkin….

Okeey…

Not For Silent Reader!

No Plagiarism!

[FF] Passive Shawol – Part 2

12 thoughts on “[FF] Passive Shawol – Part 2

  1. “Putrid Minna sangat geram pada pangeran Minho yang menyebabkan eonninya menjadi seperti itu. Ia bersumpah dalam hati ia harus mengalahkan Pangeran Minho dalam bermain Winning Eleven agar dendamnya terbalaskan.”
    ige mwoya??? winning eleven di bawa2. ngakak berapa menit ya tadi..*menggila*
    aku dapet feelnya pas bagian minho (dasar flames). sumpahhh lucu banged..
    jadi ga sabar liat yang minho. curious… ayolah buat minho.. minho.. *bw suporter*

    1. abis aku ga ada ide, eh tuh ide tiba-tiba nongol di otak, yasudah kutulis… kke~~
      lucu yah?? padahal mau kubuat pevert…. kke~~~ di part 3 kayaknya pevertnya minho mulai keluar deh eon…
      soalnya part 3 PG 15 eon… aku puas bikinnya!!!! kke~~~ tunggu yah eon… gomawwwoooooooooooooooooooooooooooooo!!!!! *hug*
      XDDD

    1. Sakit perut?? minum Promaaag!!! (??) #plaaaakkkk
      Hebat kan?? ada bakpia nyasar ke Korea. Ynag makan Shinee ama suju lagi. beruntungnya tuh bakpia.. XDDD
      nee… gomawoooo….. XDDD

  2. Shin Rayeo says:

    kkkkkkkkkkk~~~~~ hmmmf.. HUAHAHAHAHA!!! bahkan di saat kesel aja Minchan bisa nulis FF, kayak es campur pula ceritanya! ckck, itu hobi apa bakat?

    ini lagi, bakpia di-ekspor ke Korsel. dimakan pula sama oppadeul Suju + SHINee. akhirnya oppadeul makan makanan Indonesia juga. eh, Bakpia Pathuk bukan? kkkk~

    Minho-ya, otakmu encer sekali sampai mau ngibulin Kyuhyunnie aja pake alasan yang aneh bin ajaib(?)

    lumayan kok Deyl. pastinyamenghibur reader semua!

    1. Ga tau tuh.. tiba2 idenya nongol di otak.. XDDD sepertinya itu…. keisengan.. buahahahahaha… #plakkk
      Iyaa… bakpia pathuk lhaa~~~ hebat kan?? itu karena pas ngetik aku pengen bakpia… huekekekekeke…..
      Nahh…. iya tuh.. aku juga bangga betul semaleman begadang buat nyari alesan.. XDDD aneh ya?? XDDD

      nee.. gomawoooo~~~

  3. hahahaha 😀
    kocak kocak…
    btw, bakpia itu yang kayak gimana sih *doeng!* maklum kadang suka lupa ma nama makanan. hehehe :p
    Neulmi dan Michan, kalian benerbener udah ngebuat seluruh Shawol iriiiii >.<

    1. hahahahahahaahaha~~~
      Itu bakpia… errr… nyasar dari Solo (??) dan kebetulan authornya lagi pengen bakpia (??) jadi dimasukinlahh~~ #DOEENGG
      Haaaaahh.. itu mah obsesi authornya entuuuuu~~ MUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAHAHAHAAH sebenernya authornya juga ngiri sih =,=
      gomawo yah!! XDD

  4. ViKeyKyuLov says:

    Huwahahahaha,,,, Minho lagi ujian bahasa indonesia pake acara mengarang bebas segala,,,

    Pasti dehh tuhhh kalo Member Suju nongol jadinya ad komedi,, :p

    Sserru,, serru,, penasaran gimana lanjutannya,,,

    Segera terbang ke part selanjutnya dehhhh,,, meluncur,,kkkk~

Oxygen Please... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.