[FF] Only You (Sequel From It’s You)

Title : Only You

Author : Reene Reene Pott
Main cast : Choi Minho  and ___ as YOU (isi dengan nama kalian yah)
Supporter cast :
Genre   : Romance, School Life
Length  : Ficlet
A/N : Okee.. karena emang buanyak buanget yang minta sequel, maka dengan senang hati kubuatin, mengesampingkan FF buat FF Party, soalnya mandek geh.. ._.a Sequel ini dibuat dengan mengambil flashback dari It’s You dan sekaligus menambahkan beberapa konflik kecil dalam relationship kalian. Muahahahaha… yang sabar yah.. #plakkk

 

Minho POV

Choi Minho…

kau tahu gak sih? Namamu itu udah lengket di otakku. Setiap hari setiap waktu, kamuuuu terus yang di otakku. Tuuuhh!! Nilai IPSku turun gara-gara kamu!! Tanggung jawab!! XD Bohong deh. Kasian kamunya, kamu aja buat dapet nilai tujuh aja susah banget kayaknya suruh bantuin aku lagi ._.a

Kau tahu siapa aku? Aku ini siapa yah? Beraninya ngomong gini ke kamu. Hahhh.. Minta maap dulu deh kalo selama ini aku selalu ngomong blak-blakan kayak gini ke kamu. Maaf ya…

Eh… kamu itu… ehm, gimana bilangnya yah?? Yahh.. pokoknya sama intinya kayak haksaeng-haksaeng lain, aku males bilangnya. Aku udah pusing tiap hari mikirin kamu terus kayak orang gila. Udah gitu yang suka sama kamu banyak pula. Sungguh repot. Tau gini mah mendingan aku suka sama Hyunseong dah yang kalem alim bahkan pinter lagi =3=

Arghhh menyingkirlah dari pikiranku sejenak, aku udah mau ulangan ! Kalo nilaiku turun awas saja kau!

 

 

Heii… Choi Minho…

Kau ini punya jampi-jampi apa heuuhh?? Kenapa kau MENGKONTAMINASI PIKIRANKU? KAU TAHU, AKU JADI MENGGAMBAR WAJAHMU WAKTU DISURUH MELUKIS SAMA LEE SONSAENGNIM! PADAHAL AKU DISURUH MENGGAMBAR BUAH!!

Hahh.. kau memang babo. Kenapa sih wajahmu terlalu tampan, aku jadi kepincut kan? heuu… Bisa tidak kau itu agak menjauh, INI AKU REMIDIAL IPS LAGI!!! Bukannya Kerajaan Inggris yang kuhapal, tapi JADWALMU SORE INI KAU TAHU??? Hah, bisakah kau sebentarrrrrrrr saja.. plissssss menyingkir dari pikiranku sejenak? AKu sudah bosan tiap malem mimpinya kamu, tiap malem kamu nongol lagi, muka kamu adaaaaa terus. Hahh.. gak bosen sih, cuma janggal aja.

Lha?? AKU BOSEN TAUK!! NILAIKU TURUN, ITU GARA-GARA KAU!!! AKU KETIMPUK BOLA KASTI, GARA-GARA NGELIHATIN KAU MAIN BASKET!!! Hahhh… hahhh…. mianhae sudah marah-marah gak jelas sama kamu… hahhh….  Lama-lama akunya nihhh yang gak beres.. ==”

sudahlah.. Jalja… pergi sono!! aku mau MENGHAPAL KERAJAAN INGGRIS!!!

 

hahaha.. kubaca lagi kedua suratnya yang telah kusembunyikan diam-diam. Dia pikir aku tak tahu apa, kalau selama ini aku membunutinya dan mengambil semua suratnya untuk kubawa pulang? Aku takbosan-bosannya membaca surat ini, suratnya lucu dan membuat aku ngakak abis-abisan waktu pertama kali membacanya. Hahaha.. aneh ya kalo baca surat sambil ngakak?? ._.a

Oke, perkenalkan aku Choi Minho, sebenernya aku ini kayak idol di sekolah gitu, ___ yang membantuku untuk menjadi lebih baik. Ya, aku sudah menjadi lebih baik berkat dia, hahahaha…. Aku jago di bidang basket dan futsal, dan seperti yang kalian lihat surat di atas aku memang lemah di IPS.. jahat sekali dia mengataiku sulit untuk mendapatkan tujuh, padahal gara-gara memikirkannya juga aku remed terus.. ==

___

___

___

Namanya terus yang terngiang di telingaku. Kalian tahu? Sejak ia menjadi partner tempat dudukku beberapa tahun lalu, aku sudah mulai menyukainya. Tapi mungkin karena waktu itu aku masih jadi berandal jadi dia sedikit ngeri ketika melihatku. Dan kenapa aku menjadi berandal dulu? Itu karena pergaulanku. Tapi sekarang, berkatnya aku menjadi Wakil OSIS, hahahaha kalian tahu betapa bangganya kedua orangtuaku? Mereka sampai mau hajatan mendengarnya ==a Tapi untunglah tidak jadi, dan sebagai gantinya aku dibelikan motor gede warna biru yang keren. Hohoho… tambah ngeceng deh.

__. Dia sering menulis surat untukku, namun dia mengetiknya dengan komputer dan merahasiakan identitasnya, berbeda dengan haksaeng yeoja lain yang sampai memberiku nomor ponsel, akun FB, Twitter, Me2day, Heelo, UFO, tumblr, whoaaaa udah kayak apaan tuh mereka, akunnya banyak betul sampai aku pusing sendiri baca surat mereka yang kelebihan ekspresi dan diimut-imutin gitu.

Aku menyukainya. Sangat menyukainya bahkan aku sudah gila dibuatnya. Yah, tentu saja tidak kutunjukkan perasaanku di depannya, hancurlah sudah reputasiku. Hanya saja, diam-diam aku sering memotretnya ketika ia tidak meperhatikan. Ia sedang melamun, tersenyum, membaca, menulis, serius, banyak ekpresinya ku abadikan dan setiap malam kulihat-lihat seperti bacaan sebelum tidur.

Ya, kalau kalian bilang aku gila, memang iya, aku gila padanya. Tergila-gila hingga dadaku terasa sesak. Berapakali aku membayangkan memeluknya? Ratusan. Berapa kali aku membayangkan menciumnya? Puluhan. Berapa kali aku membayangkannya menjadi milikku? Entah berapa kali. Begitu mendapat surat darinya, kalian tahu apa yang kurasakan? Aku ingin berteriak ke seluruh dunia bahwa aku bahagia. Bahagiaaaa karena pada akhirnya perasaanku terbalaskan.

Kini aku sedang menunggunya yang dengan setengah hati kukerjai untuk menjadi asistenku, yaitu mengangkut barang-barang dari para haksaeng ke tempat langganan kami untuk berduaan seperti ini, atap sekolah. Ketika kudengar langkahnya menaiki tangga, langsung ku sembunyikan surat darinya dan kembali memasang wajah tanpa dosa.

“Ya! Apa lagi yang harus kukerjakan hah?” dengusnya kesal yang membuatku menyeringai kecil. Kasihan juga melihatnya seperti itu, tapi tak apalah sekali-sekali, hehehe…

“Gomawo..” jawabku sambil memilah-milah barang-barang yang ia bawa. Surat, bunga, coklat, dan.. wow! Boneka! Teddy Bear ukuran sedang warna pink ==”

“Gomawo saja tidak cukup. Aku minta kau jelaskan tentang rumor itu,” sergahnya sambil menatapku dengan tatapan menuntut. Debaranku mulai mengeras.

“Nde?” tanyaku pura-pura polos. Tapi aku yakin sepolos apapun aku memasang muka, ia tak pernah menganggap itu tatapan polos, karena ia tahu aku luar-dalam.

“Rumor bahkau kau-sedang-menyukai-seseorang itu!!” jawabnya sambil menjitak kecil kepalaku. Ya, aku memang pernah berkata pada temanku yang—sengaja dipilih—memang mulutnya ember bahwa aku sedang menyukai seseorang. Dan dalam waktu satu hari, berita itu langsung menyebar ke satu sekolah dengan dashyat.

“Akh, ne, itu benar,” jawabku akhirnya. Ia membulatkan matanya, aigoo lucu sekali.

“Ya! Ya! Ya! Jincha?? Waaahh.. aku ketinggalan,” serunya. Lalu pandangannya beralih ke box yang tadi ia bawa dengan raut sedikit kecewa, “Nuguya?” tanyanya pelan. Aku mengangkat kedua alisku dan menyeringai kecil.

“Wae? Kau takut tersaingi?” pancingku.

“Tersaingi?? Aniyooo, geunyang, kalau kau menyukai yeoja yang salah aku bisa memperbaiki,” jawabnya menutupi semburat merah di wajahnya. Aku tahu itu, ___. Tanganku terulur mengambil sepucuk surat yang amplopnya sangat kukenal, pasti darinya. Ia seperti memandangu panik. Namun ia hanya terdiam melihat aksiku. Kubuka amplopnya, dan.. seperti dugaanku, ketik komputer. Bagaimana aku tidak hafal?

“Ani. Itu sudah ada begitu saja di situ,” kilahnya. Aku mulai mebuka lipatannya dan membacanya. Waw, lebih panjang dari biasanya.

 

Choi Minho,

Hah. Kau sudah tahukan kalau aku.. aku…

Aku hanya akan mengatakannya sekali, oke?

Baiklah, aku menyukaimu. Saranghae. Tapi yang masih kubingungkan adalah, kau memang menyebalkan, namun kenapa yah aku menyukaimu? Apakah kau itu terlalu berkarismatik jadinya kau dengan mudah menaklukan hatiku? Hahh.

Aku sudah mendengar rumor itu. Jujur aku merasakan sesak. Kau tahu? Aku hampir menangis di toilet kemarin. Namun aku kuat, hohoho, jangan remehkan aku. Aku termasuk yeoja perkasa lho. Meski kalau tanding denganmu pasti kalah,=.=

Eum, aku mau bertanya, bisakah kau melihatku sekaliii saja? Aku memang tidak sempurna, dan, kalau bisa kubilang aku termasuk yeoja yang tidak gaul di sekolah. Tapi tahukah kau aku selalu memperhatikanmu setiap waktu? Apa yang kau makan, apa yang kau kerjakan, dengan otomatis pasti kuperhatikan. Kau memakai sepatu basket barumu yang berwarba silver dengan corak biru seperti motormu itu, dengan detail kuperhatikan. Namun? Kau sama sekali tak mengetahuiku kan?

Aku pikir, semuanya hanya mimpi bagiku. Mengenalmu, itu sudah cukup membuatku beruntung. Pernah, sekali aku mengharapkanmu memiliki perasaan yang sama denganku. Namun impian itu langsung pupus, kau tahu? Mengingat setiap istirahat kau dikelilingi yeoja-yeoja cantik, kupikir, kau pasti lebih memilih mereka. Ya kan?

Tapi, bisakah kita hanya berteman saja? Berteman dekat denganmu rasanya menyenangkan, kau tahu? Meski aku tahu kau tak akan pernah bisa kumiliki, namun aku ingin kau bahagia. Cepat nyatakan perasaanmu pada yeoja incaranmu itu!

Eum, mungkin ini adalah surat terakhirku, karena kalau kau sudah mempunyai yeoja chingu tidak mungkin kan, aku mengganggu namjachingu orang? Yah, selamat berbahagia deh.

Saranghae,

 

Hahaha.. yeoja babo. Tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri. Kini terbukti siudah bahwa ia mencintaku. Hahah.. aku rasanya terbang sekarang.

“Yaa!! Apa kau sudah gila?? Kenapa kau senyum-senyum??” serunya. Aku hanya meliriknya dan kembali berkata,

“Aniyo, hanya saja penulisnya babo sekali,” ia terlihat tidak terima.

“Nde??? Ya! Jangan meremegkan tulisan! Itu perasaan tau! Nulis juga pake mikir!” srunya lagi, kini sudah kurasakan amarah dalam nada suaranya.

“Maksudku bukan itu,” kataku cepat, “Hanya saja tulisannya polos sekali, lihat, ‘kau memang menyebalkan, tetapi kenapa ya aku menyukaimu?’ “

“Memang babo, hahaha… anak yang polos,” ia pura-pura tertawa, padahal ia tahu bahwa ia menertawakan diri sendir, hahaha sungguh lucu. “Ya!! Jangan mengalihkan topik pembicaraan!!”

“Ne?”

“Nuguya? Yeoja yang kau suka itu!!! Palli!! Lelet sekali sih kau ini!!”

“Pengen tau banget sih?” ucapku cuek. Ia merenyitkan keningnya.

“Ya jelas lah. Aku sahabatmu. Dan, aku harus tahu duluan!”

“Wae?”

“Karena aku sahabatmu!”

“Cih, sahabat,” kenapa ia selalu menyebutkan kata-kata yang kubenci?

“Lhoo… memangkan??” pekiknya sambil menatapku heran, “KKaja, beritahu aku siapa yeoja sial itu, hehehe…”

“Haissh, kau benar-benar ingin tahu?”

“Ne! tentu saja!”

“Baiklah. Inisialnya N.”baiklah, kurasa ini saatnya.

“N? Nuguya?? Nana? Neul Mi? Nuguya?? Bisa kau deskripsikan lebih jelas?”

“Dia seorang yeoja..”

Bletakkk…

“Aku tahu babo! Tapi maksudku adalah, apakah dia tinggi, pintar, cantik, yang seperti itu!” katanya sambil menjitak kepalaku. Kenapa dia suka sekali menjitak kepalaku sih? Padahal jelas-jelas ia lebih pendek dariku,=,=

“Dia ceria, suka menolong, namun sedikit pabo,” deskripsiku. Ia semakin merenyitkan keningnya. Aku ingiiiin sekali mencubit pipnya itu.

“Ah, terlalu sulit. Sudahlah sebutkan saja namanya, janji ga bakal bilang siapa-siapa!” paksanya. Aku meliriknya sambil berpikir.

“Tidak jadi.” Ucapku sambil berlalu meninggalkannya. Ia sudah bersikap terlalu manis, kalau aku lepas kontrol jadi berabe nantinya.

“Ya! Ya! Ya! Aisshh, minho-aa, nanti kutraktir deh!! Yahh?? Tapi kasih tau dulu!!” katanya sambil memasang puppy eyesnya yang selalu membuatku gemas. Langsung kulingkarkan tanganku e pinggangnya yang kecil dan menyatukan bibirku dengan bibirnya. Spontan ia menegang. Setelah beberapa lama, kulepaskan dan memandangnya lekat.

“neo. Yeoja itu. Neo,” bisikku di telinganya. Ia shock. Hahaha… dan ia melakukan apa yang sleama ini ia percaya. Dengan polos ia memukul pipinya.

Plakk

“Auuww!!” yeoja bodoh. Ini nyata, pasti sakit dah!

“Ya! Kenapa kau megira ini mimpi hah?” bentakku pelan sambil mengurung tubuhnya yang bersandar di dinding. “Surat yang pakai ketikan komputer itu darimu, kan?” akan kubuka pikirannya lebar-lebar. Kenapa ia jadi babo sekali sih?

“Da.. Darimana kau tahu??”

“Aku mengikutimu pabo,”

“NDEEEE?? AKHHH DASAR KAU!!!” katanya dengan wajah semerah tomat segar dan meukuli dadaku. Aku langsung menangkap tangannya dan mendekatkan wajahku ke wajahnya.

“Yah, walaupun aku sudah tahu jawabannya, tapi aku ingin mendengarnya langsung darimu,”

“Jawaban apa?”

“…”

“Yaa!!”

“Kau menyukaiku kan??” tanyaku to-the-point. Ia seperti ditusuk ribuan jarum.

“Kalo iya memang kenapa?” tanyanya membangkang dan langsung kuraup bibir yang sedari dulu sudah menghantuiku. Aku melumatnya, menggodanya agar bermain bersamaku. Akhirnya! Aku bertambah semangat dan kini aku mulai melingkarkan tanganku ke pinggangnya dan menariknya mendekat, menghabiskan jarak diantara kami. Menyadari tindakanku, ia langsung meronta melepaskan diri. Awalnya tidak kulepas, namun akhirnya kulepas juga karena aku mulai kehabisan nafas.

“Saranghae,” katanya spontan. Aku menyeringai. Akhirnya aku mendengarnya langsung darinya.

“Nado saranghae,” kataku sambil mengecup bibirnya dan menariknya turun dari atap.

“Ya! Mau apa kau?”

“Memberi tahu ke seluruh dunia bahwa yeoja itu kau, dank au sudah jadi yeoja chinguku!!!”

“Andwae!” pekiknya tertahan. Aku menoleh heran menatapnya.

“Aku bisa dibunuh fansmu, tau!!” ujarnya yang membuatku terkekeh. Aku mengacak rambutnya pelan.

“ya sudah. Tapi jangan sembunyikan ini ya? Kita memang tidak mengumumkannya, namun aku akan bersikap layaknya namja chingu yang baik,” kataku pede. Ia merenyitkan keningnya.

“Siapa yang memintamu untuk menjadi namja chinguku?” ugh.. yeoja ini…

“Kau mau kucium lagi hah supaya mengerti?” ancamku. Ia memeletkan lidahnya.

“Oppa!” suara cempreng itu mengangguku lagi! Aish..

 

Your POV

 

Aku mendengar Yuri berseru memanggil Minho. Ia menemukan kami yang sedang bergandengan, dan menatapku tidak suka. Ya, aku tahu, aku juga tak pernah menyangka ini akan terjadi, aku masih tidak percaya, ini semua seperti mimpi. Heii.. cepat sadarkan aku!!

“Wae?’ jawab Minho dingin. Yuri memandang tak suka. Minho semakin menarikku ke dekatnya, dan semakin menggenggam tanganku.

“Aniyo, apa oppa mau makan bersama?” hei.. Yuri dan Minho itu seumuran, untuk apa Yuri memanggilnya dengan embel-embel ‘oppa’? Kurang kerjaan!

“Andwae. Aku sudah punya partner sendiri,” katanya dan kembali menarikku menuju kantin.

Setibanya di kantin ia terus-terus memandangku, padahal kami belum memesan apa-apa, aku merasa sedikit risih.

“Wae?” tanyaku cuek.

“Aniyo. Kau tahu, berapa kali aku membayangkan menciummu?” pernyatannya langsung membuatku yang sedang meminum air putih tersedak.

“uhuk.. uhuk.. dasar mesum!”

“Ih! Beneran!” aku membulatkan mataku dan menatapnya.

“Sampai sebegituya? Aigoo.. semuanya seperti mimpi..” desahku. Ia menatapku lembut, membuatku merinding.

“tentu saja bukan, chagiya…” katanya membelai pipiku dan wajahnya mendekat daan..

CHU~

“GYAA~~~” para haksaeng yeoja memekik melihat kami berciuman di kantin seperti ini. Minho pabo! Akh!!  Entah deh wajahku sudah seperti apa sekarang. Seperti kepitig rebus? Udang rebus? Tomat segar?

“Hiks… ___  sudah diambil Minho…” gumam beberapa haksaeng namja di belakangku. Aku menoleh. Maksud mereka?

“Kau berpikir kau tidak populer?” tanya Minho tiba-tiba aku menoleh memandangnya dan menggeleng. “Kau itu selalu diperbincangkan oleh para namja. Jokwon, hampir ku tonjok karena berpikiran yadong tentangmu,” katanya memasang raut wajah kesal yang membuatku syok setengah mati. MWORAGO??

“hah?”

“KAu ini lugu atau pabo atau bego sih?” ujar Minho. Nyakitt!!

“Ya!” aku mulai bersiap menjitaknya lagi. Namun tangannya menangkap tanganku.

“Tapi, dari awal kau itu milikku, karena sejak kita bersekolah di sini aku sudah menyukaimu,” katanya lagi lalu mengecup kilat bibirku dan kabur sambil tertawa keras.

“YA!! CHOI MINHO BERAPA KALI KAU SEPERTI ITU HAH??” pekikku dan berlari menyusulnya.

“Kau…” seorang yeoja menghalangi jalanku. Yuri?

“Ne?”

“Kau siapanya Minho hah?” tanyanya dingin. Sirik yee??

“Aku…”

“Apa kau tidak malu hah, berdekatan dengan Minho kami?” seru salah seorang diantaranya. Dia kan hoobaeku? Berani sekali melabrakku?

“memang kenapa?? Yee.. sirik ye.. makanya, jangan sok cantik,”

Plakk..

Pipi kiriku sukses menjadi tempat pendaratan tangan Yuri. Hah. Cuma berani main tampar.

BLAKKK…

Aku tabok wajahnya hingga ia terjengkang. Bukan terjengkang lagi, tapi dia langsung mental terjatuh ke tanah. Enak saja main tampar. Aku gak ngapa-ngapain mereka geh =,=

“KAuu…”

Buk…

Punggungku di pukul dengan penggaris panjang. Sakit ya Tuhan… aku langsung tersungkur.

“Makanya gak usah belagu jadi cewek. Inget ya, kalo kau deketin Minho lagi, kau akan berakhir di peti mati, oke?” ujar hoobaeku, Krystal sambil menjambak rambutku. Aku hanya diam. Tidak menangis, juga tidak berteriak. Mereka mulai meninggalkanku.

Dengan perlahan aku berdiri dan ingin langsung pulang. Mana mungkin aku tetap sekolah dengan tampang begini? Punggungku sakit pula jadi jalannya pincang =,= Dan aku tak mau membuat Minho khawatir, hahh.. baru saja sehari jadian sudah ketiban masalah.

Kini, sambil mengenakan tas aku melangkah menelusuri jalan setapak menuju rumahku. Kepalaku serasa pusing… semuanya perlahan gelap…

 

…:::###:::…

 

Mataku berat.

Kepalaku juga berat. Namun dengan paksa kubuka mataku hingga cahaya redup dari lampu ruangan masuk ke dalam mataku.

“Ya, ___-ah kau sudah sadar?” tanya Minho yang menatapku panik. Aku mengangguk. “kau sudah baikan?” aku kembali mengangguk walau rasanya kepalaku mau pecah. “Kau berbohong,” desahnya pelan. Aku menatapnya heran.

“Ne?”

“Kau berbohong dan tidak mau memberitahuku kan?” serunya marah. Mataku mulai memanas. “Kau tahu, aku khawatir begitu kau tidak masuk kelas. Aku mencarimu dan begitu aku menemukanmu..” napasnya sudah memburu, menandakan betapa cemasnya dirinya.

“Mianhae..” jawabku lirih. Ia merengkuhku ke dalam dekapannya.

“Kau membuatku sangat khawatir. Kau tahu? Aku sudah mengetahui masalahmu dengan Yuri. Ia langsung masuk kantor konseling. Dan aku langsung membawamu pulang,”

“Kau menemukanku dimana?”

“DIJALAN DAN TAK SADARKAN DIRI!” serunya semakin kuat memelukku. “Aku khawatir, khawatir sekali akan kau..” pelukannya mulai merenggang.

“Mianhae.. harusnya aku bisa menyelesaikan semuanya sendiri..”

“Anio!! Kau harus berkata padaku!”

“Tapi.. aku tidak mau terlalu bermanja..” Dan sebelum aku menyelesaikan kalimatku ia sudah mengunci bibirku dan mendorongku hingga aku kembali berbaring di ranjang. Dengan keadaan masih memelukku, ia mulai melumat bibirku yang membuatku lemas seketika. Dengan lemah kubiarkan bibirku sedikit terbuka namun ia langsung memasukkan lidahnya dan dengan lincah menjelajahi setiap rongga mulutku yang membuatku kehabian nafas.

Setela itu ia sedikit menyibakkan rambutku dan cairan hangat mulai terasa di leherku. “Minho… Jangan lakukan lebih jauh…” bisikku. Setelah memberikan kiss mark di leherku, ia menatapku lembut.

“Tentu saja tidak, jagi. Aku hanya akan melakukannya setelah kita menikah nanti. Aku hanya ingin kau mengetahui bahwa kau adalah milikku dan aku akan menjagamu..” katanya saambil mengecup keningku. Airmata bergulir turun dari kelopak mataku.

“uljima….” katanya sambil merenguhku lagi. “Saranghae…”

“NAdo saranghae..” balasku.”Gomawo… Jongmal gomawoyo..”

 

Author POV

 

10 tahun kemudian….

 

“Ne, Mr. Kim. Akan saya usahakan segera,” ucapmu  sambil membereskan dokumen-dokumen penting yang harus segera dilaporkan. Tugasmu sebagai sekretaris memang berat, namun tidak bila kau menjalankannya dengan senang hati. Tiba-tiba seseorang melingkarkan tangannya di pinggangmu.

“Jagiyaaaa….”

“Minho, kau ini direktur, cepat sana kembali bekerja,”

“Aniyo, tugasku sudah selesai. Kau kan yang bilang kalau hari ini aku sedikit longgar?”

“Ne…”

“Kalau begitu ayooo makan!!!”

“Tungguu.. Aku belum selesai!”

“Hhmm…” katanya sambil memelukmu dari belakang. Ia menyenderkan kepalanya di bahumu dan menghirup aromamu dalam-dalam. “Kapan kita mau memilih cincin hm?” perkataannya membuatmu berdebar lebih keras.

“Ne?”

“Semuanya sudah siap jagy. Hanya cincin yang belum..”

“Jinja??? Cepat sekali…”

“Hmm…. Aku tidak sabar. Minggu depan resepsi kita..” katanya sambil mengeratkan pelukannya di pinggangmu. Wajahmu yang sudah merah tambah merah lagi.

“Hmm..” hanya itu yang bisa kau katakan. Tubuhmu sudah lemas karena perlakuannya.

“Bersiaplah menjadi Nyonya Choi, ara?”

“Ne!” katamu mengembangkan senyum.

…::::###::::…

 

Your POV

 

Kini aku sedang menatap kamar tidur baruku. Mulai hari ini aku Mrs. Choi!! Hhh… mengingat perjalananku dari SMA yang sudah menyukainya hingga sekarang telah menjadi istrinya, hah aku belum bisa percaya.

Kini tubuhku hanya terbalut lingerie hitam tanpa lengan dengan panjang sepaha. Ia sudah menyembunyikan semuaaaa koleksi piyama Hello Kitty kesayanganku!! Kejam!!

Cklekk…

Aku menoleh, ia sudah selesai mandi. Tapi… MWOOOO???????

“Hyaaaaaa!!!” pekikku sambil menutup kedua mataku dengan tangan. Ia hanya menggunakan handuk yang dibalut sepinggangnya!!!!

“Ne?” tanyanya bingung. Aku teus menutup mataku dan menunjuk-nunjuk handuknya.

“Kalau mandi pakai baju dulu! Jangan masih seperti itu keluar!” kataku yang entah ia maksud atau tidak.

“Memangnya kenapa? Lagipula kau anaeku…” jawabnya cuek dan sekarang ranjang disebelahku seperti memberat. Mungkin ia duduki. Sekarang aku merasakan tangannya bergerak melepas kedua tanganku yang menutupi mata. Ia menatapku lembut.

“Sudah siap?” tanyanya yang membuat wajahku memanas seketika dan tanpa basa-basi, ia langsung memeluk pinggangku dan menyatukan bibir kami.

SKIP….

SKIp…

SKIP….

Aku terkulai lemas dalam pelukannya. Malam ini—meskipun menyakitkan—sungguh manis. Mataku mulai memberat, dan aku tertidur karena ia terus membelai rambutku.

 

Minho POV

 

aku tahu, kesabaran akan berhasil. Malam ini aku sungguh bahagia, ia telah menjadi milikku seutuhnya. Kulihat ia sudah tertidur.

“Gomawo jagi.. Saranghae..” bisikku dan ikut tidur bersamanya.

Keesokan paginya aku tidak menemukan anaeku disisiku. Yang ku raba-raba hanyalah ranjang kosong. Akupun membuka mataku. Mana dia?

“Jagiya?” panggilku. Aku segera memakai celana pendek warna putih dan membiarkan bagian atas tubuhku shirtless. Hohoho… Aku suka merayunya. Dia lucu sih XP

“Nee??” jawabnya dari luar kamar. Dimana dia? “Yeoboyaaa… Kau jangan keluar kamar!!!” katanya lagi. Apa maksudnya?

“Wae?” balasku. Tak lama, ia masuk kembali ke dalam kamar sambil membawa nampan.

“Breakfast on bed!” serunya sambil tersenyum. Aku terperangah. Dia sungguh manis! Ia menguncir rambutnya namun tetap menyisakan anak rambutnya. Ia memakai kemeja putih kebesaran dengan lengannya yg digulung hingga siku, dan hotpants hitam.

“Gomawo…” jawabku sambil menatap makanan yang ia sajikan. Samgyetang mengepul, harummmmm… Lalu ada dubu-kimchi, dan nasi hangat. Huaaaa aku sayang anaeku!!!! XD

“Yeoboyaa… makan berdua yuk? Aku kan belom makan….” rengeknya sambil menepuk pelan perutnya. Aku terkekeh.

“Ne… AAAAA…”kataku sambil mencoba menyuapinya. Ia menurut. Omona dia itu sudah bekerja tapi kok imut banget sih??

“Ehm… Kau… Kenapa… Seperti itu?” tanyanya terbata sambil memperhatikanku. Aku beringsut mendekatinya.

“Kau tak terbiasa melihat orang shirtless ya?” godaku yang spontan membuat wajahnya memerah. “Sekarang cepat habiskan makanannya, AAAA…”

“Aku bukan bayi tauu!! Masa disuapin mulu sih?” protesnya. Mungkin ia mau menyuapiku?? Hohoho.. Aku geer sekali.

“Memangnya kau mau menyuapiku?”

“Huh.. Geer banget. Kalo kau yang nyuapin tuh kedikitan nasinya, kurang tau!!” balasnya yang membuatku tak tahan untuk mengacak rambutnya.

“aishh.. Kau ini…” dan tanganku telah meraih kucirannya. Kutarik karetnya hingga rambutnya tergerai seluruhnya. Lalu aku terus memandangnya. Ia juga memandangku.

“Wae?” tanyanya heran dengan mulut penuh kimchi.

“Aniyo…. Saranghae…”

“Ada angin apa nih tiba-tiba kau jadi begini?”

“Yaa!!! Kauuu mau kuberi pelajaran hah??”

“A… Aniyo!! Ne… Ne.. Mianhae!!”

“Jangan mianhae-mianhae!!”

“Mwoya?”

“Balas pernyataanku tadi!”

“Nado saranghae. Puas??? Emmpphhh…”

 

END

 

sequelnya udah yaa? Ini harusnya drabble, tapi kelabasan malah jadi oneshoot ==”

mian juga kalo aga aga yadong sableng gituu.. Authornya lagi gendeng soalnya.. ==

gimanaaaaa??? Lebih anehkahh???? Kelamaankahhh??? Please add your comment!!!/XDD

[FF] Only You (Sequel From It’s You)

11 thoughts on “[FF] Only You (Sequel From It’s You)

  1. YAH JANGAN DISKIP NGAPA *Q*
    lol, lucuuuuu apalagi adegan suap menyuap. IHHH lucu :3 maudong disuapin…..
    thumbs up, cuma ada sedikit typo mungkin yah…
    overall keruenzzzz *alaymodeon* ahahaha ditunggu FF yg lain! 😀

Oxygen Please... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.