[FF] Drabble Packs #2

 

Contents :

The Man Who Love You The Most – Cho Kyuhyun(SJ) , YOU

Don’t Get Afar from Me – Key(SHINee), Kang Hyemi (OC)

Servant?! – Yoo Youngjae(BAP) , YOU (as Yongguk’s little sister)

Ice Tart – Kris Wu(EXO M) , Hua Mei (OC)

You’re My Narcotics – Jung Daehyun(BAP) , YOU

Can I? – Kim Myungsoo(INFINITE) , YOU

The Man Who Love You The Most

“Kenapa hari ini kau mengurai rambutmu? Kau akan mengundang pria-pria disana untuk menggodamu, tahu,”

“Lalu? Apa itu masalah untukmu?”

“Kemejamu juga ketat. Dan rompimu juga sama ketatnya. Pinggangmu terekspos. Ceritanya kau ingin mencari lelaki?”

“Bukan urusanmu, Cho Kyuhyun,” jawabku sinis. Kenapa sedari tadi pria ini mengikutiku, sih? “Sekarang menajuhlah karena aku masih ada urusan,”

“Tidak bisa. Kurasa aku bisa menghabiskan waktu seperti ini. Menemanimu kemanapun kau pergi,”

“Cih, berhentilah bermain-main, Cho Kyuhyun,” ujarku kesal. Oke, dia memang pria yang menarik. Sangat menarik. Tapi, kalau aku dekat dengannya, apa yang akan dilakukan fansnya padaku? Well, gadis-gadis sekampus begitu mengaguminya.

“Aku tidak bermain-main,” aku menghentikan langkah, membuatnya juga menghentikan langkah.

“Kau pria yang paling menyebalkan yang pernah kutemui. Jangan ikuti aku lagi, aku ada urusan penting!” Aku sedikit menaikkan nada dalam suaraku lalu melangkah cepat menjauhinya.

Tak disangka, ia mengikutiku lagi. ERGH.

“Ya, ya, masa bodoh kalau kau mau menyebutku pria paling menyebalkan atau apapun itu,” Tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya ke telingaku. “Tapi ingat, aku juga pria yang PALING mencintaimu,”

JDER.

Aku mendengus. “Jangan bercanda,”

“Kau pikir ini bercanda?” Tiba-tiba ia mengulurkan tangannya dan langsung menangkap pinggangku ke pelukannya. “Kau mau aku membuktikannya?”

Aku dalam situasi paling terkejut dalam sejarah hidupku. Wajahnya yang rupawan sangat dekat dengan wajahku, dan beberapa mahasiswa yang lewat mulai bersiul menggoda. “Yak! Cho Kyuhyun! Kau jangan gila!”

“Aku gila karenamu,” dan kini yang kurasakan setelah wajahnya menunduk adalah, bibirku sudah terkunci dengan bibirnya, membuat jantungku melonjak dan kedua pipiku memanas. Ia mulai memagut bibirku, dan mengeratkan kedua lengannya di pinggangku. Entah berapa lama ia menciumku sampai aku berhasil melepas bibirnya dari bibirku.

“Cho Kyuhyun, aku tidak mau mati konyol oleh penggemarmu!”

“Biar saja, toh mereka tak berani padaku, babe,”

“Jangan panggil aku ‘babe’!!” Well, nada dalam suaranya sangat… Ergh dia benar-benar menggoda!

“Babe, nanti sore kau datang ke apartemenku, ya, dan…” Ia memicingkan matanya lalu mendekatkan wajahnya ke pipiku. “Aku tak mau melihatmu mengenakan pakaian seperti ini lagi. Pakai kalau kau ingin ke rumahku. Kau tahu, baju ini membuatmu yang sudah seksi menjadi tambah seksi,”

DEGH

“Cih,” aku membuang muka. Well, dia benar-benar diluar dugaan. Jantungku, tolonglah tenang sedikit.

“Hey, babe, ada urusan sama dosen kan? Kita sudah ada di depan pintunya,” Kyuhyun menarik daguku lalu menunjuk pintu ruang dosen dengan dagunya. “Aku akan menunggumu sampai selesai, dah,”

Cho Kyuhyun, dia benar-benar… ARGH!

Don’t Get Afar from Me

“Key!” Cewek yang dikucir kuda itu berlarian mendekati seorang cowok yang sedang melangkah gontai. Cewek bernama Kang Hyemi itu langsung mencengkeram salah satu siku Key, membuat cowok itu berhenti melangkah.

“Ada apa?”

Set. Hyemi menyodorkan sebuah kotak bekal ke hadapan Key. “Aku tahu kalau kau mengetahui bahwa aku yang sering mengirimimu cokelat dan bekal ringan. Nah, untuk itu, aku minta maaf. Aku membuatkanmu bekal, dan setelah itu aku tak akan mengganggumu lagi. Kalau kau tidak mau, berikan saja kepada orang lain,” Hyemi mulai gugup ketika Key tiba-tiba memandangi sikunya yang di cengkeram. Dengan kikuk Hyemi melepasnya. “D-dan… Aku menyukaimu. Dan… Aku akan berusaha melupakannya. Eh, itu saja. Dah,”

PUAH

Key masih menatap gadis itu yang sudah berbalik dan melangkah gontai. Hyemi tentu tidak tahu, gadis itu sibuk merasa lega setelah menyatakan perasaannya pada cowok yang selama ini ia taksir. Tiba-tiba Key malah mengejar Hyemi dan mencengkeram pergelangan tangannya.

“Hei, Kang Hyemi. Kau mengangguku karena kau tidak menyerahkannya langsung. Dan sekarang apa? Kau berkata menyukaiku tapi ingin melupakanku? Gadis macam apa kau ini? Kau tidak boleh tidak berada di dekatku, Kang Hyemi!” Key pun menarik Hyemi dan gadis itu terpaksa mengikutinya.

“Kau mau membawaku kemana, Key? Apa maksud ucapanmu?”

“Kemana saja, yang penting kita berdua. Apa kau cukup bolot, Kang Hyemi? Kau sudah mengambil hatiku jadi kau tidak boleh jauh-jauh dariku!”

Servant?!

“Hi, servant,” suara bariton khas itu menyapamu sejak kau masuk ke apartemen besar yang ditinggali kakakmu, Bang Yongguk dengan grupnya. Bayangkan saja dia membentuk sebuah kelompok beranggotakan Bang Youngguk sendiri, Yoo Youngjae, Kim Himchan, Moon Joongup, Jung Daehyun dan Choi Junhong. Kau dekat dengan kakakmu, yang membawamu dekat dengan kelompok itu.

“Aku bukan budakmu, Yoo Youngjae,” desis mu kesal. Cowok dengan akte Yoo Youngjae yang sedang selonjoran di sofa sambil membaca koran hanya melirikmu dengan ujung matanya.

“Buatkan aku makanan,”

Kau berdecih pelan. “Buat saja sendiri. Atau suruh Himchan oppa membuatnya,” balasmu judes.

“Hyaa ternyata ada kau, little dongsaeng. Pantas saja ada hawa membunuh di ruang tv,” Daehyun menampakkan kepalanya sejenak dan menatapmu dari celah pintu kamarnya. “Buatkan kami makanan,”

“Mana yang lain?” Tanyamu pada Daehyun yang bersiam menutup pintu kamarnya.

“Di dapur. Membuat kerusuhan. Makanya aku menyingkir,”

“Oh, baiklah oppa!”

“YAA! Mudah sekali kau menerima permintaannya!” Suara Youngjae yang tak terima mengiringi langkahmu menuju dapur.

“Setidaknya dia lebih lembut darimu, Yoo Youngjae,” *merhong*

Tak lama, akhirnya kau, Junhong, Jongup dan Himchan kembali ke ruang makan dan membawa dua piring besar berisi makanan. Satu piring tidak mungkin cukup mengisi perut enam orang lelaki penghuni apertemen itu, jadi Himchan dan kamu berinidiatif untuk menggandakannya menjadi dua piring. Kakakmu Yongguk baru saja pulang dan pintarnya sudah duduk manis di meja makan. Bahkan Youngjae dan Daehyun sudah lengkap di sana.

“Taraaa…” Kau dan Himchan serentak meletakkan piring-piring itu di atas meja makan.

“Kelihatannya enak, servant. Gomawo,” kau melirik Youngjae, dan agak kaget melihatnya tersenyum tulus menatapmu.

DEGH

“Tentu saja. Ini dimasak oleh pasangan kekasih sejati yang sangaaaaat special ya, kan, yeobo?!” Himchan merangkul pinggangmu dan bersuara manja, membuatmu menjitak kepalanya.

“KIM HIMCHAN! Sampai kapanpun kau takkan kuberi restu memacari adikku!!” Suara Youngguk membahana seketika.

Ice Tart

Kau mendengus beberapa kali sambil merapikan tampilan Vanilla Sorbet pesanan pelanggan. Barusan saja, kau kena damprat oleh si Es Batu karena salah menaburi bubuk kayu manis dan bubuk cokelat pada moccachino. Oh, ayolah. Orang-orang tidak akan terlalu jeli mengenai itu, dan kau diceramahi selama kurang lebih lima belas menit! Oke, ini memang salahmu tapi tak seharusnya segarang itu, kan?

Di toko es krim ini, hanya ada empat pekerja dan seorang pemilik yang masih kuliah. Kau, Zitao, Luhan dan Qi Yue sudah bekerja di toko ini kurang lebih sudah enam bulan. Si pemilik yang bekennya dipanggil Kris (kau tak tahu nama aslinya siapa, kau hanya memanggilnya Wu ge) selalu ada setiap pagi dan sore. Pekerjaan si Kris ini adalah membuat es krim, jadi pastilah ia yang paling sibuk di dapur. Sekarang kau tahu kenapa orang itu membuka toko es krim. Kris dan es krim itu sama. Sama-sama dingin. Tapi khusus Kris, tidak dengan rasa manis yang meleleh di mulut.

Pelanggan terakhir. Setelah Zitao dan Qi Yue pamit pulang, kau dan Luhan masih ada di dalam toko, sibuk membereskan peralatan. Mencuci dan mengeringkannya. Kau melirik ke dapur, masih ada Kris yang sedang membuat ice tart. “Hua Mei! Sini!” Luhan tiba-tiba memanggilmu. Kau mendekatinya santai.

“Wei shen me?”

Luhan menunjuk freezer dengan bahunya. “Ada sesuatu untukmu. Dimakan disini. Dah, aku pulang dulu,” kau menerjapkan mata beberapa kali bingung. Untukmu? Sesuatu? Dari siapa? Luhan? Astaga!

Dengan penasaran kau buka freezer dan tertegun. Ada sepiring ice tart kecil berbentuk hati. Kau mengeluarkannya dan meletakkannya di atas etalase. Cantik. Hati bagian luar terbuat dari es krim strawberry dan bagian tengahnya vanilla. Tidak dilapisi krim, tidak ada buah potong. Polos dan cantik. Jadi Luhan yang membuat ini? Kau mengambil sendok es krim dan mulai menyicip, tersenyum kecil ketika merasakan rasa manis bercampur asam strawberry yang samar meleleh di mulutmu.

“Enak? Kau suka?” Kau hampir terlonjak ketika suara berat Kris terdengar tepat dari belakangmu, memandangmu dengan lembut. Ap-apa? Kau hanya mengangguk kaku.

“Xie xie,”

Kris tersenyum kecil. Oh, jadi bukan dari Luhan? Da-dari… Kris? Astaga! Dan ini pertama kalinya kau melihat Kris tersenyum seperti itu.”Maaf tadi membentakmu,”

Oh, jadi ini permintaan maaf?

“Dan… Kuharap ice tart itu cukup menyampaikan perasaanku padamu,”

Kau mengedipkan mata berulang kali tak percaya.

Degh

Degh

Degh

BLUSHHHHH

You’re My Narcotics

Lagi. Kurasakan kehangatan itu menyelubungiku lagi lewat seluruh syaraf tubuhku yang menjadi beribu kali lebih tajam saat menerima rasa hangat itu. Namanya tak henti keluar dari mulutku, seluruh pikiranku terisi olehnya demi setiap sentuhannya yang membelaiku. Jung Daehyun. Daeyun-ah. DaeDae. Aku milikmu seutuhnya. Melambungkanku ke kenikmatan tertinggi hingga membuatku terus melayang dan melayang dalam pelukannya.

Suara yang dihasilkan pita suaranya terus-menerus membuatku lemah di hadapannya. Membuatku seperti korban yang memerlukan pelaku tindakan. Jari-jari saling terkait dan peluh bercucuran, kau benar-benar memilikiku, Dae. Kau merasukiku, membuatku hilang kendali dan melambung, meneriakkan namamu dengan penuh hasrat sembari mengaitkan jemari semakin erat. Membawaku padamu seutuhnya. Seutuhnya untukmu.

Aku gila. Setiap sentuhan hangat yang kau layangkan untukku seperti mariyuana yang akan terus disadap oleh pecandunya. Ya, ya. Jung Daehyun, kau mariyuanaku. Kau morfinku, kau kokainku. Kau lebih berpengaruh dari kafein dan alkohol, kau akan membuatku selalu menggilaimu seperti seorang physco. Aku tak perlu narkotika lagi, yang kuperlu hanya kau. Ya, kau narkotikaku. Ya, ya sayang. Penuhi aku. Sekarang…

Can I?

Aku ingin mengatakan hal ini padamu sejak dulu. Aku menyukaimu, Kim Myungsoo. Tapi aku tak bisa, maafkan aku. Hah. Mungkin kau akan tertawa mengejek bila aku berani berkata padamu seperti itu. Benar juga. Hah, lihatlah, Tuan Kim. Kau buat aku jadi apa sekarang? Seorang bintang dan ketua kelas, kini justru takluk dalam pesonamu. Aku yang tidak pernah tertarik pada kisah percintaan, kini menekuk lutut di hadapanmu. Bersedia menyerahkan hati dan hidupku padamu. Kau rasa aku gila? Mungkin saja.

Aku ingin mengatakan apa yang kurasakan padamu, tapi kurasa itu tak akan berhasil. Kau terlalu bersinar. Kau memiliki banyak gadis cantik yang bisa langsung kau tunjuk jika kau ingin. Kau memiliki klub penggemar yang mengelu-elukan namamu setiap kau bertanding basket, atau setiap kau menghadapi suatu tantangan. Mereka ada untuk mendukungmu.

Ingin sekali aku masuk kedalam kerumunan mereka, ikut mendukungmu dan menunjukkan bahwa aku menaruh perhatian padamu. Tapi entah kenapa aku tidak bisa. Aku hanya berani menatapmu dari jauh, menatapmu yang sendirian ataupun sedang ditemani seorang perempuan. Aku memang bodoh. Aku ingin mengenalmu. Aku juga ingin kau mengenalku. Sebagai teman, mungkin? Aku tak ingin berharap lebih. Karena aku cukup tahu diri bahwa aku tak sebanding denganmu.

Kim Myungsoo, maukah kau mendengarnya sekali saja? Aku menyayangimu. Entah apakah perasaan ini akan berubah menjadi cinta atau tidak, yang pasti saat ini aku menyayangimu dengan tulus. Bolehkah?

FIN

 

[FF] Drabble Packs #2

3 thoughts on “[FF] Drabble Packs #2

  1. charismagirl says:

    yang terakhir semacam curhatan
    ayaya aku tau myungsoo itu kekasih gelapmu(??)

    keren lah reneee :3
    kapan lagi kau jadiin diriku cast? *plakk
    aku mau main peraaaannn aaaaa ..ahahah

      1. charismagirl says:

        kenapa gak dijadiin kekasih terang(?)
        bahaya loh gelap-gelapan sama myung soo
        AAAAA!! myungsoo bisa tidak suci lagi *mendadak gila*

        oke oke. ditunggu bebebs :*

Oxygen Please... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.