[FF] Sister

Sister

By : ReeneReenePott

Maincast : Jung Heenim, Choi Minho, Im Yoona

Genre : Romance, Sad.

Rating : PG – 13

Length : Vignette

Before story : It’s Sleep Time | Baby! Baby! Baby! | Good Person | Think of You |Sweet Dream | Seul Rin’s Side : Mr. Fussy | Summer Paradise | Letter Of Will | 7 Years of Love | Seul Rin’s Side : Couple Ring | IF | Aloha | Status | I’m So Sorry | Myungsoo’s Side |


Dalam film-film, cewek yang pacarnya akan menikah dengan orang lain pasti akan memaksakan diri datang ke pernikahannya, sok kuat dan memaksa mendoakan kebahagian kekasihnya sepenuh hati, menampakkan sisi dramatis dari film-film itu. Yang tentang pertunangan pun sama, tidak usah jauh-jauh deh.

Heenim mengerang lalu membalikkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Malam ini pesta pertunangan Minho dengan Yoona, namun Heenim gak bisa membuat tubuhnya bangkit dari atas ranjang dan bersiap, padahal lima belas menit lagi acaranya dimulai. Heenim pasti akan pergi sekedar untuk melihat ‘kakak’nya bahagia, namun percakapannya dengan Yoona tadi di kantor membuatnya makin depresi. Dan untuk mengusir rasa itu, malam ini ia justru pulang ke rumah appa-nya.

“Aku baru tahu kau adik tiri Minho oppa,” Yoona muncul tiba-tiba di samping meja kerja Heenim ketika Heenim tengah mencoba menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi. “Tapi lebih tepatnya sih adik angkat, kalian tidak punya hubungan darah, kan. Aku baru dengar cerita dimana dia menghabiskan masa kecil hingga SMA-nya seatap denganmu,”

Heenim yang kaget setengah mati jadi bingung harus menanggapi apa. Jelas saja, tiba-tiba Yoona langsung membuka topik ini tanpa basa-basi terlebih dahulu.

“Dan aku tahu kisah kalian yang harusnya tidak terjadi antara kakak dan adik. Bagaimana mungkin kalian saling menyukai waktu itu?” lanjut wanita itu lagi, nada dalam suaranya mulai terdengar tak suka. “Dan aku tidak percaya jika kau sudah tidak memiliki perasaan itu pada Minho-ku,”

Heenim hanya bisa melirik ketika Yoona mengatakan ‘Minho-ku’ dengan posesifnya. “Lalu kau minta apa dariku?”

“Jangan datang malam ini. Aku tidak mau kau datang dan merusak semuanya. Inilah event yang kuinginkan sejak lama. Dan aku tak akan membiarkan kau datang dan mengacaukan segalanya,” ujar Yoona to the point, membuat Heenim membelalakkan matanya kaget.

“Aku tidak mungkin melakukan hal itu!”

Namun senyum licik Yoona mengembang. “Aku tetap tidak percaya. Kalau kau datang, kau akan berhadapan dengan bodyguard di depan gedung. Tentu kau tak berniat mempermalukan dirimu, kan?”

“… kenapa?” lirih Heenim, speechless. Dia tak tahu harus mengatakan apa. Mulutnya sudah gatal ingin memberi wanita di depannya ini pernyataan keras kalau ia tak lebih dari sekedar adik bagi Minho, dan pria itu juga tak lebih dari sekedar kakak baginya.

“Jadi, sebelum hal itu terjadi aku mohon padamu. Jangan datang malam ini, aku sungguh tak ingin kau datang. Menghilanglah dari kehidupan Minho-ku. Aku tak ingin Minho oppa terjebak dengan wanita yang sama. Aku lebih pantas untuknya daripada kau,” Yoona tersenyum manis sekali lagi sebelum melangkah pergi. “Aku mohon padamu, dan aku tahu kau pasti menyanggupinya,”

Tok

Tok

“Heenim-ah!”

Heenim mengangkat tubuhnya dan menyeret kakinya untuk membuka pintu kamarnya, membukanya pelan dan menyadari ia tengah menatap ibunya yang sudah berpakaian resmi menatapnya. “Ne, umma?

Ibunya memperbaiki gelang kecil yang menjadi aksesorinya lalu menatap Heenim dari kepala sampai kaki. “Kenapa belum bersiap? Kita akan ke pertunangan Minho, kan?”
Heenim menghembuskan napas kasar lalu mengacak rambutnya frustasi. “Aku rasa… aku tak ikut umma. Badanku merasa tak enak,”

Kening ibunya berkerut, kembali menatap mata Heenim. “Kau jahat sekali tidak datang ke acara pertunangan oppa-mu. Apa badanmu setak enak itu?”

Kini Heenim memilih menyandarkan kepalanya ke daun pintu yang digelayutinya dan menatap ibunya datar. “Aku tahu, tapi aku sudah menggunakan segenap kekuatanku untuk membuka pintu kamarku ini,” Heenim menguntai kata secara asal sambil menatap memohon pada ibunya. “Sampaikan permintaan maafku pada Minho,”

“Bukankah kalian sudah tidak bertemu selama tujuh tahun, sayang? Kau tidak mau bertemu dengannya? Kau benar-benar tidak mau ikut?” dari nada bicaranya, sepertinya ibunya memang sedikit memaksa. “Memang badanmu tidak enak seperti apa?”

Heenim menghembuskan napas lagi. “Kepalaku pusing, berat, tubuhku lemas, tenggorokanku sakit. Untung saja aku masih bisa bicara banyak, umma,”

“Kau kan saudara perempuannya, Jung Heenim,” ibunya menghembuskan napas pelan lalu menatap Heenim lagi.

“Angkat. I’m his foster sister,” gumam Heenim. “Lagipula kehadiran saudara angkat juga tak begitu penting, kan?” ujarnya namun ia segera menutup mulutnya mendapat tatapan tajam dari ibunya.

“Kalian sudah dewasa, apa kau masih marah dengannya karena pergi tanpa mengucapkan apapun? Kejadian itu sudah lama berlalu, sayang,” ujar ibunya lagi. “Yasudah, kau istirahat saja. Minho pasti mengerti kalau adiknya sakit. Umma dan appa pergi dulu, sayang. Jangan lupa kunci rumah, umma sudah bawa kunci cadangan,”

Heenim memaksakan senyum tipis lalu melambai lemah. “Dah, hati-hati di jalan,”

Bruk

Heenim menutup pintu kamarnya dan mengekor ibunya yang menuruni tangga, melangkah keluar rumah melalui pintu depan dan pergi dengan mobil yang ayahnya tengah kendarai. Sesuai perintah, ia mengunci pintu rumahnya dan kembali ke kamarnya di lantai dua.

Ia menghempaskan tubuhnya ke ranjang dan lagi-lagi menghembuskan napas keras.

Foster sister.

Sister.

Foster sister.

Sister.

Ia selalu menganggap dirinya adik angkat Minho tapi pria itu terus-terus mengakui kalau dia adiknya. Apa Minho sangat ingin ia menjadi adik—sungguhan—nya? Lalu apa yang pria itu ucapkan delapan tahun lalu di pantai? Apa semua yang ia katakan sebelum merebut first kiss-nya hanya sebuah lelucon? Atau emosi sesaat saja? Kenapa pria itu harus merebut first kiss-nya jika pada akhirnya pria itu memilih bersama wanita lain?

Kenapa pria itu melakukannya jika ia ingin menjadi kakak laki-lakinya? Apa semua kakak begitu?

Mungkin terdengar melankolis, tapi Heenim selalu percaya dengan first kiss, first boyfriend and first husband adalah orang yang sama. Namun sepertinya, ia tak bisa berharap banyak dengan keyakinan itu lagi.

END

Kebanyakan dari sudut pandang Heenim, ya? Soalnya Minho-nya kejutan, kalau tahu duluan kan gak seru mwehehehe :3 Next adalah klimaksnya dan terakhir aku kasih Minho POV sebagai penutup. Lalalaaa~~ /digebuk rame-rame/

[FF] Sister

Oxygen Please... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.