[POEM] Hujan

Tetes air besar berjatuhan di tanah,

Mengalihkan perhatianku.

Tetesan-tetesan yang jarang-jarang,

Mulai merapat membasahi yang dilaluinya.

Aku mengadah ke atas, selubung kelabu berarak seakan penguasa,

Secepat kilat kuberteduh, mencari perlindungan,

Di bawah halte sunyi sepi.

Berdiri menatap tetesan jarum perak yang mengguyur jalan.

Kutatap lagi kertas putih yang ternyata masih kugenggam,

Berisi alunan nada dan melodi yang riang, kisah laluku.

Dengan satu-dua tetesan air yang terdapat padanya,

Sekelebat ingatan melayang bersamanya, memutar film dimemoriku.

Payung biru yang selalu menaungiku, tempatku berlindung,

Kini sudah lenyap, aku sadar itu.

Tatapku pedih mengarah mengangkasa,

Berusaha mengusir tusukan jarum pedas dan pedih yang menghalangi penglihatanku.

Derai hujan seperti menyirat pilu,

Seakan membawa senandung kisah sedihku.

Menggema mengeras ditengah guyuran tetesan itu,

Ya, persis seperti itu, tajam dan sakit.

Tetesan-tetesan bak jarum berkilat,

Yang dulu rapat mulai merenggang menampakkan langit.

Namun hawa dingin yang tak kunjung hilang,

Seakan memperlambat waktu.

Kucoba menjejakkan kaki ditengah tetesan air yang renggang itu,

Menghalau rasa dingin beku sampai tulangku.

Mencoba nikmati tetesan yang menusuk bahu dan tubuhku,

Berharap menusukku dan melunturkan kenangan kisah laluku.

by: reenepott

A/N : Dibuat tahun 2011, dengan sedikit revisi tahun 2014

Quote

Oxygen Please... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.