[FICTION] Senior High – Seatmate III

seatmatea fiction by reenepott

A/N : Saya udah janji kan ada lanjutannya. Maaf kalo lama soalnya lagi sibuk UAS._. tapi hari ini terakhir yeeeyy XD Thank you for reading!

__

“Jadi, Keiko, ceritakan tentang dirimu,”

Keiko mengedipkan matanya lalu menatap cowok yang duduk di seberangnya ini bingung. “Aku?”

Adam tersenyum kecil lalu mengangguk, menyuap lagi sesendok salad ke dalam mulutnya. “Ya, ceritakan tentang dirimu,”

Keiko menggigit bagian dalam mulutnya sambil mengaduk-ngaduk pasta yang menjadi makan siangnya. “Apa yang ingin kau ketahui?”

Keiko tetap menatap pastanya meski tahu Adam tengah menatapnya lurus. “Semuanya,”

Terbahak pelan, Keiko mengangkat wajahnya lalu menatap Adam dengan senyum jenaka yang dipaksakan. “Jadi, kau seakan bertingkah seperti seorang detektif, begitu?”

Adam ikut terkekekeh dan kembali fokus pada makan siang di hadapannya. “Well, yang kutahu hanya sebatas kau adalah Keiko, seorang perempuan berumur delapan belas tahun dan keturunan Jepang,”

“Kau benar. Ibuku orang Jepang,”

“Dan ayahmu?”

“Perancis,” jawab Keiko singkat lalu menatap Adam. “Makanya wajahku tidak begitu mirip orang Jepang, kan? Yang kuwarisi dari ayah hanya tubuh setinggi ini. Rambutku perpaduan dari ibu dan ayah,” jelasnya sambil mengangkat sejumput rambut coklat tembaga kelamnya.

“Kau berapa bersaudara?” Tanya Adam sambil meneguk sodanya. Keiko memiringkan kepalanya lalu bertopang dagu.

“Dua. Aku punya seorang adik laki-laki,”

“Wah. Kita antonim, aku punya seorang adik perempuan,” sahut Adam sambil nyengir. Keiko mengangkat alisnya lalu mengangguk.

Well, aku tahu Natalie Scott,” Keiko berujar sambil mengangkat bahunya. “Dia murid lesku,”

Kedua mata Adam melebar. “Natalie?! Astaga, benarkah? Hari apa saja? Kenapa aku tidak pernah melihatmu?”

Keiko hanya tersenyum lemah lalu mengangkat kedua bahunya. “Setiap Rabu dan Sabtu malam. Natalie bilang rumahnya kosong setiap hari itu,”

“Tapi sungguh, dia tidak cerita apa-apa,” ujar Adam, masih tetap tidak percaya. “Dia cerita tentangku?”

Keiko berkedip menatap mata penasaran Adam. “Yah, selain bagaimana kau berusaha menyembunyikan ponselnya, atau jurus lain yang kau gunakan setiap hari untuk menjahilinya, dia tidak cerita apa-apa lagi,”

“Eergggghh,” Adam menggeram sambil memutar matanya, yang akhirnya diiringi oleh kekehan Keiko. “Citraku sudah buruk dari awal dimatamu,”

Keiko kembali terbahak. “Well, dimataku kau sangat sayang padanya,”

__

Semakin hari, Keiko semakin… Entah bagaimana ia harus menjelaskan ini. Adam semakin baik padanya, selalu muncul dimanapun dia berada dan… Adam selalu memaksa untuk mengantarnya pulang. Keiko tidak tahu kenapa, tapi ia yakin orang-orang sudah mulai berasumsi kalau ia sekarang jalan sama Adam.

Akhirnya, siang ini Keiko berhasil menyuruh Adam pulang duluan. Cowok itu tadinya sudah mau menunggui Keiko selesai dengan klub jurnalistiknya, tapi Keiko bersikeras menyuruh Adam pulang karena dia tahu Adam memiliki janji dengan teman-temannya untuk main basket.

Terus terang saja, Keiko sedikit takut jika Adam nempel terus dengannya. Cowok itu tampan, oke. Mustahil tidak ada cewek yang juga mengejarnya. Keiko hanya takut, nanti dia dilabrak atau apa, padahal mereka hanya berteman.

Keiko sedang memasukkan buku pelajarannya yang berat-berat kembali ke lokernya, ketika ia merasakan kalau ada seseorang yang bersandar di loker sambil menatapnya. Keiko menoleh, hendak memasang senyum kemudian tersentak ke belakang membentur pintu lokernya. Ia kaget setengah mati mengetahui siapa yang menghampirinya sekarang.

Maksudnya, orang ini tidak pernah menghampirinya. “Hei, Kylie,” sapanya sambil tersenyum.
Kylie masih menatap Keiko, lalu tersenyum miring. “Kei, aku tidak suka basa-basi, jadi boleh aku langsung bilang kepentinganku?”

Keiko hanya bisa menelan ludahnya, meskipun dengan susah payah. “Ada apa?”

“Apa kau menyukai Adam?” Tanya Kylie lurus yang membuat kedua mata Keiko membelalak.

“Apa?!”

“Apa kau menyukai Adam?” Tanya Kylie lagi, masih dengan nada tenang. “Aku tahu Adam tertarik padamu. Tapi apa kau mau menanggapi perasaannya secara serius?”

Kini mulut Keiko membuka lebar-lebar. “Wow, wow, hold on. What?! Adam tidak mungkin tertarik padaku, Kylie,” jelas Keiko mulai percaya diri untuk berbicara. “Kami berteman,”

Kylie memutar bola matanya jengah. “Kau memang tidak peka. Well, kalau begitu, apa kau menyukainya?”

Well,” Keiko melirik jemari tangannya sejenak. “Adam teman yang baik,”

Tanpa sadar, Kylie menghembuskan napas keras. “Aku menyukainya, Kei. Kalau kau tidak ingin menanggapi perasaannya terhadapmu, maukah kau mundur dan membiarkanku maju?”

Sedetik Keiko serasa ia berdiri di samping gong yang tengah dipukul. “Hah? Maksudnya bagaimana?” Keiko mengedipkan matanya berulang kali.

“Aku tidak memintamu menjauhinya,” jawab Kylie cepat, “Tapi… Bisakah kau tidak nempel terus padanya? Aku…”

“Aku mengerti,” potong Keiko tiba-tiba sambil membuang muka. “Halusnya sih, kau ingin aku membantumu, kan?”

Kylie tersenyum berterimakasih lalu mengangguk. “Terimakasih, Kei,”

“Sama-sama. Kuharap semoga kalian cepat jadian,”

__

Do you want to know something? Sometimes you’re just so stupid Kei,” Cindy berkomentar setelah ia mendengar seluruh cerita Keiko ketika ia berkunjung ke flat Keiko petang hari itu. Ia meraih kantong keripik di atas meja dan membuka kaleng kolanya, sembari melempar pantatnya ke atas sofa kecil di ruang tengah.

Keiko tidak menanggapi, ia terus membolak-balik patty dan telur mata sapi di atas penggorengan disela menyusun roti panggang beserta selada dan tomat. “Tidak apa kan kalau aku hanya menyiapkan sandwich?” Keiko bertanya balik, mengindahkan celetukan Cindy. Bukan maksud mengacuhkan, tapi Keiko tidak mau konsentrasinya membuat makan malam jadi buyar.

Oh, it’s okay. I love your sandwiches by the way. Jangan lupa kentang gorengnya!” Seru Cindy lalu terdiam. “Okay kalau kau tidak mau menanggapi. Asal nantinya kau tidak akan menyesal dengan apa yang kau lakukan sekarang, Kei,”

Dan segera setelahnya Keiko datang membawa dua piring sandwich yang dihiasi dengan kentang goreng yang menggunung, soalnya Cindy sangat suka kentang goreng. “I won’t. We’re just friends,

Just friends my ass,” Cindy balas mencebik sambil memasang ekspresi aneh. “Tapi setahuku Adam bukan orang yang gampang menyerah, jadi kau tenang saja,”

Seketika kening Keiko berkerut. Ia memandang Cindy tidak terima sementara yang dipelototi tengah asyik memutar-mutar channel di televisi dengan wajah tanpa dosanya.

FIN

[FICTION] Senior High – Seatmate III

4 thoughts on “[FICTION] Senior High – Seatmate III

  1. Fitriyana says:

    ok ini emang telat banget bacanya. yeah ‘frends my ass’ make it more sarcasm ehe ‘frend?? my freaking ass’ jadian saja deh~

Oxygen Please... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.