[FICTION] Senior High – The Junior II

thejuniora fiction by reenepott

PG WARNING ALERT! Explicit and harsh words : Disarankan hanya untuk pembaca diatas 16 tahun dan dimohon kebijaksanaannya dalam memahami kata-kata tersebut.

A/N : Aku lagi-lagi nggak pakai sensor. Jadi harus dikasih warning. Mohon pengertiannya ya.

__

It’s been two weeks, Ben. Two freaking weeks! Kamu nggak mau tahu siapa pengirim semua ini?” Keiko nyemprot dengan berapi-api sambil menunjuk-nunjuk benda-benda yang tergeletak di atas meja kantin. Cindy yang duduk di sampingnya mengangguk-angguk setuju sambil menyeruput jus jeruknya dengan damai.

Ben hanya bisa mendesah pasrah. Beberapa surat, kotak bekal yang sudah kosong, termos kosong berukuran sedang, bahkan ada kotak kecil berisi cemilan berserakan di atas meja. Dia tidak tahu siapa pengirimnya, tapi ia rasa pengirimnya sama seperti pengirim surat dari secret admirer itu dua minggu lalu. Semua benda yang berwujud makanan atau minuman sudah dihabiskan, dan puji Tuhan tidak ada racun di dalamnya.

“Tapi bagaimana? Nggak mungkin kan harus tanya ke cewek-cewek seantreo sekolah? Nama baikku bisa coreng moreng dengan gosip ‘Ben mencari Stalker-nya’ kan?!”

“Dia bukan stalker, Ben. Dia secret admirer! Beda seratus delapan puluh derajat sama stalker!”

“Tenang, kami akan bantu. Aku punya koneksi dengan angakatan bawah, jadi setidaknya anak kelas satu bisa diberesin duluan. Gimana?” usul Cindy kalem dan sekarang dia mulai memasukkan potongan kalkun panggang dengan saus barbekyu ke mulutnya.

“Aku bisa korek-korek dari Julie dan Alexander untuk angkatan atas. Gimana? Eh, Cindy, nggak apa-apa kan kalau aku tanya-tanya si Maxfield?” sambung Keiko semangat.

“Boleh saja kok. Kalau kau mau macam-macam nanti aku tinggal panggil Adam saja, kan?”

__

“Ada apa lagi, Ben? Kamu dapet kiriman lagi?” tanya Cindy blak-blakan sambil menepuk pundak Ben yang sedang berdiam diri di depan lokernya. “Kali ini dikasih apa, nih?”

Ben hanya terdiam sambil mengangkat kedua benda yang baru saja di dapatkannya dari loker ke hadapan Cindy. “Air lemon madu sama biskuit havermut. Katanya aku kelihatan capek.”

“Bujung buneng! Dia bikin sendiri nih biskuitnya? Asik banget,” Cindy manyun sambil menatap toples kecil dari kaca yang menampakkan biskuit-biskuit lezat.

Sementara itu, seorang gadis yang berdiri di balik jejeran loker seketika membatu. Matanya mendelik horor menatap kedua benda miliknya yang sekarang berada di tangan pria yang sama sekali asing baginya.

“Ben! Sorry, tapi boleh minggir sedikit? Aku mau ambil buku catatanku sama baju ganti sebentar,” tiba-tiba seorang cowok berbadan tinggi dan atletis datang menyapa Ben, lalu membuka loker yang berada persis di samping loker Ben.

“Hey, Sebastian! Kau masih ada latihan basket?” tanya Cindy basa-basi sambil menyingkir sedikit demi sedikit. Cowok itu, Sebastian, hanya tersenyum dan mengangguk.

“Sudah ya, aku duluan!”

Adrianna, gadis yang berdiri membatu di balik jejeran loker itu, hanya bisa mendengus pasrah. Kepalanya berdenyut-denyut. Percuma sudah ia membuat surat berhari-hari. Percuma sudah ia mencoba membuat biskuit sampai meledakkan dapur ibunya. Gadis cantik berambut ikal nan legam itu hanya bisa merutuk dan menyesal kenapa bukan ia sendiri yang survey nomor loker cowok yang ditaksirnya.

NATALIE SCOTT! BISA-BISANYA KAU MEMBERIKU NOMOR LOKER YANG SALAH!

FIN

[FICTION] Senior High – The Junior II

3 thoughts on “[FICTION] Senior High – The Junior II

Oxygen Please... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.